Berita

  1. VADS
  2. Berita
  3. Customer Behavior Berubah, Apa Dampaknya bagi Customer Service?

Customer Behavior Berubah, Apa Dampaknya bagi Customer Service?

12 Oktober 2026

Kenali perubahan customer behavior yang memengaruhi cara pelanggan mencari informasi, meminta bantuan, dan berinteraksi dengan customer service.

Image of Customer Behavior Berubah, Apa Dampaknya bagi Customer Service?

Customer Behavior

Customer service selama ini menjadi tempat utama pelanggan mencari bantuan ketika mengalami kendala. Namun, kebiasaan pelanggan dalam mencari informasi dan berinteraksi dengan perusahaan mulai berubah. Mereka kini dapat mencari jawaban melalui mesin pencarian (search engine), media sosial, hingga AI sebelum memutuskan untuk menghubungi customer service.

Perubahan tersebut membuat perjalanan pelanggan tidak lagi selalu dimulai dan berakhir di customer service. Pelanggan dapat menemukan informasi dari berbagai sumber, berpindah channel, hingga menggunakan AI untuk membantu mengambil keputusan. Karena itu, perusahaan perlu memahami perubahan customer behavior agar customer service tetap relevan dalam perjalanan pelanggan (customer journey).

Apa Saja Perubahan Customer Behavior yang Mulai Terjadi?

Perubahan customer behavior dapat dilihat dari cara pelanggan mencari informasi, memilih sumber bantuan, dan berinteraksi dengan perusahaan. Kebiasaan tersebut juga memengaruhi hal-hal yang perlu diperhatikan perusahaan dalam memberikan layanan. Berikut beberapa perubahan yang perlu diperhatikan:

1. Pelanggan mencari jawaban sebelum menghubungi customer service

Pelanggan kini tidak selalu langsung menghubungi customer service ketika memiliki pertanyaan. Mereka dapat mencari informasi terlebih dahulu melalui mesin pencarian (search engine), media sosial, website, atau sumber digital lainnya.

Artinya, customer service bukan lagi satu-satunya sumber informasi yang digunakan pelanggan. Perusahaan perlu memastikan informasi tentang produk dan layanan tersedia secara jelas di berbagai titik yang biasa digunakan pelanggan untuk mencari jawaban.

2. Pelanggan berpindah-pindah channel saat mencari bantuan

Perjalanan pelanggan dapat melibatkan beberapa channel. Mereka bisa mulai mencari informasi di website, melihat media sosial, mengirim pesan melalui chat, lalu menghubungi customer service untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Perpindahan ini menunjukkan bahwa interaksi pelanggan tidak lagi berjalan melalui satu jalur. Perusahaan perlu melihat setiap channel sebagai bagian dari perjalanan yang saling berkaitan, bukan sebagai layanan yang berdiri sendiri.

3. Pelanggan membawa informasi dari satu channel ke channel lain

Saat berpindah channel, pelanggan dapat membawa informasi dari interaksi sebelumnya. Misalnya, setelah membaca informasi di website, mereka melanjutkan pertanyaan melalui chat atau media sosial.

Kebiasaan ini membuat riwayat interaksi menjadi bagian penting dalam perjalanan pelanggan. Jika informasi sebelumnya tidak tercatat atau tidak dapat diakses, perusahaan bisa kehilangan konteks ketika pelanggan melanjutkan percakapan di channel lain.

4. AI mulai digunakan untuk menemukan informasi

AI mulai menjadi salah satu sumber yang digunakan pelanggan untuk mencari informasi. Mereka dapat mengajukan pertanyaan, membandingkan pilihan, atau mencari penjelasan sebelum berinteraksi langsung dengan perusahaan.

Perubahan ini memperluas cara pelanggan menemukan informasi tentang sebuah produk atau layanan. Perusahaan pun perlu memastikan informasi tentang produk dan layanan mudah ditemukan dan dipahami ketika pelanggan menggunakan AI untuk mencari jawaban.

5. Pelanggan menilai pengalaman di setiap interaksi 

Penilaian pelanggan tidak hanya terbentuk ketika mereka berbicara dengan customer service. Informasi yang ditemukan, kemudahan berpindah channel, hingga proses setelah mendapatkan bantuan dapat ikut membentuk pengalaman mereka.

Artinya, customer service menjadi salah satu bagian dari perjalanan pelanggan yang lebih luas. Perusahaan perlu melihat berbagai interaksi tersebut secara menyeluruh untuk memahami bagaimana pelanggan berinteraksi dengan brand dari awal hingga akhir.

Customer behavior terus berubah. Pelanggan kini semakin aktif mencari informasi sendiri, menggunakan berbagai channel, membawa konteks dari satu interaksi ke interaksi lain, dan memanfaatkan AI sebagai sumber informasi.

Perubahan ini membuat perusahaan tidak cukup hanya memperbaiki cara customer service menjawab pertanyaan. Perusahaan juga perlu memahami bagaimana pelanggan bergerak sepanjang perjalanan mereka agar setiap titik interaksi dapat dikelola dengan lebih baik.

Teknologi customer experience dapat membantu perusahaan melihat pola interaksi pelanggan secara lebih menyeluruh. PT VADS Indonesia menyediakan solusi customer experience yang membantu perusahaan mengelola berbagai interaksi pelanggan dan menciptakan pengalaman layanan yang lebih relevan.



Bersama melangkah lebih maju untuk masa depan bisnis Anda.

Hubungi kami segera untuk mengetahui bagaimana VADS dapat membantu meningkatkan bisnis Anda.

Saya Tertarik