Berita Terkini
Tren Talenta Global 2026: Strategi SDM
Di era teknologi dan digitalisasi, talenta atau sumber daya manusia kini menjadi penentu utama keberhasilan bisnis, bukan sekadar pendukung operasional. Karena itu, memahami tren talenta global menjadi langkah strategis, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan keahlian digital, keterbatasan talenta berkualitas, serta perubahan ekspektasi tenaga kerja terhadap fleksibilitas dan budaya kerja. Perusahaan yang mampu menyelaraskan strategi SDM dengan tren talenta global akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat dan berkelanjutan. Yuk, cari tahu tren talenta global 2026 di bawah ini.
Tren Talenta Global yang Membentuk Dunia Kerja Modern
Saat ini, banyak perusahaan mengalami perubahan signifikan dalam cara merekrut, mengelola, dan mempertahankan karyawan. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, dinamika pasar tenaga kerja, serta tuntutan bisnis yang bergerak semakin cepat dan kompleks. Berikut tren talenta global yang wajib Anda ketahui:
1. Fleksibilitas kerja menjadi kebutuhan utama
Sistem kerja jarak jauh dan hybrid kini menjadi praktik umum di banyak perusahaan. Fleksibilitas ini memungkinkan bisnis menjangkau talenta dari berbagai wilayah sekaligus memberi karyawan kebebasan mengatur cara kerja yang lebih seimbang. Dampaknya, produktivitas kerja dapat meningkat, sehingga karyawan mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perusahaan.
2. Meningkatnya kebutuhan talenta dengan keahlian digital
Transformasi digital membuat perusahaan semakin membutuhkan karyawan yang menguasai kompetensi digital. Kemampuan teknologi seperti mengolah data, memanfaatkan AI, mengelola cloud, dan menjaga keamanan sistem kini dibutuhkan di hampir semua sektor. Namun, karena talenta dengan keahlian tersebut masih terbatas, perusahaan perlu mencari solusi alternatif, seperti mengembangkan kemampuan karyawan internal atau bekerja sama dengan pihak eksternal.
3. Pembelajaran berkelanjutan sebagai keharusan
Karyawan kini dituntut untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan baru agar tetap relevan. Perusahaan yang menyediakan program pelatihan berkelanjutan serta jalur pengembangan karier yang jelas cenderung lebih mampu mempertahankan talenta berkualitas dalam jangka panjang.
4. Pendekatan kolaboratif melalui outsourcing dan BPO
Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya internal, banyak perusahaan mulai mengandalkan outsourcing dan layanan BPO. Pendekatan ini membantu perusahaan tetap efisien, fleksibel, dan fokus pada aktivitas inti bisnis. Dengan dukungan mitra yang tepat, operasional dapat berjalan lebih optimal tanpa menambah beban internal.
5. Budaya kerja dan kepemimpinan semakin berpengaruh
Budaya kerja dan gaya kepemimpinan kini memegang peranan yang semakin besar. Talenta masa kini tidak hanya mencari jabatan atau kompensasi, tetapi juga lingkungan kerja yang nyaman serta pemimpin yang terbuka dan adaptif. Perusahaan dengan budaya kerja yang positif, transparan, dan inklusif cenderung lebih mampu menjaga keterlibatan karyawan, meningkatkan kenyamanan bekerja, serta membangun loyalitas dalam jangka panjang.
Tren talenta global menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola SDM secara strategis dan fleksibel. Perusahaan yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pola kerja, kebutuhan keahlian, dan ekspektasi talenta akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan.
PT VADS Indonesia hadir untuk membantu perusahaan menjawab tantangan tren talenta global melalui layanan BPO yang andal. Dengan dukungan PT VADS Indonesia, perusahaan dapat mengelola talenta dan operasional secara lebih efisien, fokus pada pertumbuhan bisnis, serta siap bersaing di pasar global.
Resolusi Bisnis 2026: Bukan Sekadar Target
Resolusi tahun baru sering kali dianggap sekadar formalitas. Padahal, banyak resolusi gagal karena target yang terlalu tinggi tanpa perencanaan matang. Hal ini tidak hanya terjadi pada individu, tetapi juga pada perusahaan. Banyak perusahaan menetapkan tujuan besar di awal tahun, namun berhenti di tengah jalan karena strategi yang tidak realistis atau eksekusi yang kurang konsisten.
Padahal, resolusi bisnis yang dirancang dengan tepat dapat memberikan dampak signifikan bagi perusahaan, mulai dari peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, hingga kesejahteraan karyawan. Menjelang 2026, resolusi bisnis tidak lagi cukup berupa daftar keinginan, tetapi harus menjadi strategi terukur yang mampu menjawab tantangan bisnis yang semakin kompleks.
Apa Saja Resolusi Bisnis 2026 yang Perlu Disiapkan Perusahaan?
Memasuki tahun 2026, perusahaan perlu menyusun resolusi bisnis yang tidak hanya ambisius, tetapi juga realistis dan relevan dengan tantangan saat ini. Resolusi ini harus mampu menjawab kebutuhan efisiensi, adaptasi teknologi, serta pengelolaan sumber daya agar bisnis tetap kompetitif dan berkelanjutan. Berikut ini adalah beberapa resolusi bisnis 2026 yang perlu perusahaan siapkan:
1.Mengendalikan operasional perusahaan secara menyeluruh
Banyak perusahaan masih mengelola bisnis menggunakan sistem yang terpisah-pisah, seperti aplikasi berbeda untuk keuangan, inventori, penjualan, dan layanan pelanggan. Kondisi ini sering menyebabkan data tidak sinkron dan pengambilan keputusan menjadi lambat.
Resolusi bisnis 2026 seharusnya berfokus pada integrasi sistem agar seluruh aktivitas bisnis dapat dipantau secara menyeluruh. Dengan sistem yang terhubung, perusahaan dapat menghemat waktu, mengurangi pekerjaan administratif, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
2. Membuat karyawan merasa didengar
Karyawan merupakan aset penting perusahaan. Namun, tidak sedikit perusahaan yang jarang meminta atau menindaklanjuti masukan dari karyawannya. Padahal, umpan balik (feedback) dapat membantu manajemen memahami tantangan di lapangan dan menemukan solusi lebih cepat.
Sebagai bagian dari resolusi bisnis 2026, perusahaan perlu membangun budaya komunikasi terbuka melalui survei rutin, diskusi internal, atau forum evaluasi. Langkah ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan karyawan, tetapi juga membantu menekan risiko tingginya turnover atau keluar masuknya karyawan.
3. Meningkatkan visibilitas digital dan pemasaran online
Di era digital, visibilitas bisnis di dunia digital (seperti Website, media sosial, konten digital, hingga iklan online) menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan. Namun, mengelola aktivitas promosi dan komunikasi digital membutuhkan keahlian serta konsistensi. Karena itu, resolusi bisnis 2026 sebaiknya mencakup peningkatan kemampuan digital atau bekerja sama dengan tenaga profesional agar strategi promosi melalui media online dapat berjalan lebih efektif.
4. Memanfaatkan teknologi untuk efisiensi dan produktivitas
Teknologi bisnis mampu membantu perusahaan mengotomatisasi berbagai proses penting, mulai dari keuangan, pengelolaan pelanggan, perencanaan produksi, hingga sumber daya manusia. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang belum memaksimalkan teknologi yang tersedia.
Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, membuka peluang inovasi, dan memperkuat daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
5. Menggunakan BPO sebagai strategi resolusi bisnis 2026
Business Process Outsourcing (BPO) menjadi solusi strategis bagi perusahaan yang ingin lebih fokus pada inti bisnis (core business). Melalui BPO, perusahaan dapat mengalihdayakan fungsi tertentu seperti customer service, back office, atau operasional pendukung lainnya. Selain membantu mengatasi keterbatasan sumber daya manusia, penggunaan BPO juga efektif dalam menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Resolusi bisnis 2026 bukan sekadar menetapkan target baru, melainkan membangun fondasi bisnis yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Perusahaan yang mampu mengintegrasikan teknologi, memberdayakan karyawan, serta memanfaatkan mitra strategis akan lebih siap menghadapi tantangan bisnis di masa depan.
PT VADS Indonesia hadir untuk membantu perusahaan mewujudkan resolusi bisnis 2026 melalui layanan BPO dan managed services yang andal. Saatnya berkolaborasi dengan VADS Indonesia untuk menciptakan operasional bisnis yang lebih efisien, fokus, dan siap tumbuh berkelanjutan.
Tren Teknologi 2026 yang Wajib Diantisipasi agar Bisnis Tidak Tertinggal
Memasuki tahun 2026, perkembangan teknologi menunjukkan peran yang semakin strategis bagi dunia bisnis. Teknologi tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk mendukung operasional harian, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam perumusan strategi dan pertumbuhan perusahaan.
Di tengah laju inovasi digital yang kian cepat, perusahaan dari berbagai sektor dituntut untuk beradaptasi secara lebih gesit, menjaga keamanan sistem, serta meningkatkan efisiensi agar tetap relevan. Transformasi digital pun kini merambah hampir seluruh lini bisnis, mulai dari proses internal dan pengambilan keputusan strategis, hingga cara perusahaan membangun hubungan dan kepercayaan dengan pelanggan.
Selaras dengan tren teknologi 2026, sejumlah lembaga riset global memprediksi tahun ini sebagai fase penting dalam integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), keamanan siber (cyber security), dan infrastruktur IT modern yang semakin kompleks. Perusahaan yang belum siap menghadapi konvergensi teknologi ini berpotensi tertinggal, baik dari sisi efisiensi operasional maupun daya saing jangka panjang, di tengah persaingan digital yang semakin ketat.
Apa Saja Tren Teknologi 2026?
Tren teknologi 2026 mencerminkan perubahan cara perusahaan membangun, mengelola, dan menjaga sistem digitalnya. Fokus tidak lagi semata-mata pada adopsi teknologi terbaru, tetapi juga pada kemampuan perusahaan dalam mengelola teknologi tersebut secara berkelanjutan, terintegrasi, dan aman. Berikut beberapa tren utama yang diprediksi akan mendominasi lanskap teknologi di tahun 2026:
1. Artificial Intelligence (AI) yang lebih spesifik dan kontekstual
Artificial Intelligence berkembang menjadi domain-specific AI, yaitu model AI yang dirancang khusus untuk industri atau kebutuhan tertentu. Pendekatan ini memungkinkan analisis data yang lebih akurat, pengambilan keputusan yang lebih cepat, serta automasi proses bisnis yang lebih relevan dibandingkan AI generik. Selain itu, penerapan multi-agent systems memungkinkan beberapa AI bekerja secara kolaboratif untuk menangani proses kompleks secara end-to-end, seperti perencanaan operasional, analisis risiko, hingga optimalisasi layanan pelanggan.
2. Physical AI dan integrasi dunia digital fisik
AI tidak lagi hanya terbatas pada sistem digital. Melalui tren Physical AI, teknologi diimplementasikan secara langsung pada dunia fisik melalui robot, perangkat IoT yang dapat membaca dan menindaklanjuti data, serta beragam sistem otomatis lainnya. Teknologi ini memungkinkan mesin untuk memahami lingkungan fisik, mengambil keputusan secara real-time, serta beradaptasi dengan perubahan kondisi. Di tahun 2026, penerapan Physical AI semakin luas, terutama di sektor manufaktur, logistik, dan layanan pelanggan yang menuntut kecepatan, presisi, dan efisiensi tinggi.
3. Keamanan siber yang bersifat prediktif
Ancaman siber (cyber threat) di tahun 2026 diprediksi semakin canggih dan sulit dideteksi dengan pendekatan konvensional. Oleh karena itu, strategi keamanan IT bergeser dari reaktif menjadi prediktif. Pemanfaatan AI-based cybersecurity, Zero Trust Architecture, serta confidential computing menjadi pilar utama untuk melindungi data dan sistem, bahkan saat data sedang diproses. Pendekatan ini membantu perusahaan meminimalkan risiko kebocoran data dan gangguan operasional.
4. Transparansi data dan kepercayaan digital
Dengan meningkatnya penggunaan AI dan data, transparansi menjadi isu krusial. Teknologi digital provenance membantu perusahaan melacak asal-usul, riwayat, dan keaslian data serta konten digital agar tetap terjaga integritasnya. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan, meningkatkan akuntabilitas, dan memenuhi tuntutan regulasi yang semakin ketat di berbagai industri.
Tren teknologi 2026 menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi, tetapi juga pada kemampuan mengelolanya secara konsisten dan terukur. AI dan keamanan siber (cyber security) akan menjadi kunci daya saing perusahaan di masa depan. Perusahaan yang mempersiapkan fondasi IT sejak awal akan lebih siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di era digital berikutnya.
Menghadapi tren teknologi 2026 yang semakin kompleks, perusahaan membutuhkan mitra IT yang andal. Melalui layanan IT Managed Service, PT VADS Indonesia membantu memastikan infrastruktur IT tetap optimal dan aman, sehingga perusahaan dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis.
Masih Dianggap Sepele? Ini Pentingnya Personal Grooming untuk Karier
Personal grooming adalah kebiasaan merawat diri agar penampilan tetap bersih, rapi, dan pantas. Kebiasaan ini mencakup kebersihan tubuh, cara berpakaian, hingga menjaga aroma tubuh. Pada dasarnya, personal grooming bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga mencerminkan sikap profesional dan rasa menghargai diri sendiri serta orang lain.
Di dunia kerja, personal grooming memiliki peran penting. Penampilan yang terawat dapat meningkatkan rasa percaya diri, membangun citra profesional, dan menciptakan kesan pertama yang positif. Tidak heran jika banyak perusahaan menjadikan personal grooming sebagai bagian dari standar etika kerja.
Contoh Penerapan Personal Grooming di Tempat Kerja
Personal grooming sebenarnya bisa diterapkan melalui kebiasaan sederhana dalam keseharian. Berikut beberapa contoh yang mudah dilakukan:
1. Menjaga kebersihan tubuh
Langkah paling dasar adalah menjaga kebersihan tubuh setiap hari. Anda disarankan mandi secara rutin, mencuci wajah pagi dan malam hari, serta membersihkan rambut secara berkala. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga tubuh tetap segar dan nyaman selama beraktivitas.
2. Berpakaian sesuai dengan budaya perusahaan
Setiap perusahaan memiliki aturan dan karakteristik berpakaian yang berbeda. Namun, secara umum, pakaian kerja sebaiknya bersih, sopan, dan rapi. Pilih warna yang tidak terlalu mencolok serta padu padan yang nyaman dilihat. Penampilan yang sesuai menunjukkan bahwa Anda menghargai lingkungan kerja dan profesionalisme perusahaan.
3. Menjaga aroma tubuh
Aroma tubuh juga menjadi bagian penting dari personal grooming. Anda tidak perlu menggunakan parfum dengan wangi yang terlalu kuat. Aroma lembut dan segar sudah cukup untuk menunjang kenyamanan diri sendiri dan orang di sekitar.
Pastikan tubuh tidak mengeluarkan bau yang mengganggu, dengan menjaga kebersihan, menggunakan deodoran atau antiperspiran, serta mengenakan pakaian yang bersih. Aroma tubuh yang kurang sedap dapat memengaruhi kenyamanan rekan kerja maupun pelanggan.
Dalam dunia pelayanan, aroma bahkan bisa memengaruhi keputusan pelanggan. Ada pelanggan yang sangat sensitif terhadap bau di sekitarnya. Pengalaman sederhana, seperti mencium aroma tidak sedap di sebuah tempat usaha, bisa membuat pelanggan mengurungkan niat untuk membeli.
Mengapa Personal Grooming Itu Penting?
Personal grooming membantu Anda menampilkan citra diri yang profesional dan dapat dipercaya. Penampilan yang rapi, rambut dan kuku yang terawat, serta kebersihan mulut dan kulit menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab.
Lebih dari itu, personal grooming juga memengaruhi cara Anda memandang diri sendiri. Saat merasa bersih dan rapi, kepercayaan diri akan meningkat, sehingga Anda lebih siap menghadapi tantangan kerja dan berinteraksi dengan orang lain.
Perlu diingat, personal grooming bukan tentang mengikuti standar kecantikan yang tidak realistis. Fokus utamanya adalah menampilkan versi terbaik dari diri Anda, sesuai dengan budaya dan aturan perusahaan. Kebiasaan ini merupakan keterampilan penting yang dapat mendukung pertumbuhan karier dalam jangka panjang.
Ingin Lebih Percaya Diri Lewat Personal Grooming?
Jika Anda ingin memahami personal grooming secara lebih mendalam, Anda bisa mengikuti Pelatihan Personal Grooming dan Penampilan Profesional. Dalam pelatihan ini, Anda akan belajar tentang kebiasaan hidup bersih, pengelolaan aroma tubuh, serta cara membangun penampilan profesional yang mendukung performa kerja.
Tidak hanya soal penampilan, pelatihan ini juga membantu meningkatkan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan pelanggan, rekan kerja, maupun atasan.
Siap Hadapi 2026? Ini Tren Managed Service yang Wajib Dipahami Perusahaan
Menjelang tahun 2026, cara perusahaan mengelola Information Technology (IT) mengalami perubahan besar. Di tahun 2026 diperkirakan akan ada semakin banyak perusahaan mengandalkan Managed Service Provider (MSP), yaitu mitra profesional yang membantu mengelola sistem IT secara menyeluruh, mulai dari dukungan teknis, keamanan, hingga operasional harian.
Pertumbuhan penggunaan MSP didorong oleh teknologi yang semakin kompleks, meningkatnya ancaman keamanan siber (cyber security), serta perubahan pola kerja yang kini banyak mengandalkan sistem digital dan kerja jarak jauh. Agar tetap relevan dan kompetitif, MSP perlu terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan perusahaan yang terus berkembang.
Apa Saja Tren Managed Service 2026?
Berikut beberapa tren managed service yang diperkirakan akan semakin menonjol di tahun 2026.
1. Otomatisasi dan AI mempermudah pekerjaan harian
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin banyak dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan teknis sehari-hari. Bagi MSP, AI digunakan untuk menangani permintaan bantuan yang bersifat rutin, seperti reset kata sandi atau gangguan sistem ringan.
Dengan dukungan AI, sistem helpdesk dapat bekerja lebih cepat karena tiket masalah bisa langsung dikelompokkan dan ditangani secara otomatis. Hal ini membuat waktu penyelesaian masalah menjadi lebih singkat dan layanan terasa lebih responsif bagi pengguna. Selain itu, AI juga membantu memprediksi potensi gangguan sebelum benar-benar terjadi, sehingga masalah dapat dicegah lebih awal.
2. Cyber security menjadi layanan utama
Cyber threat atau ancaman siber seperti peretasan dan pencurian data terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini membuat cyber security menjadi salah satu layanan paling penting dalam managed service.
Perusahaan kini berharap MSP tidak hanya membantu operasional IT, tetapi juga melindungi data dan sistem perusahaan mereka. Layanan keamanan yang umum ditawarkan meliputi pemantauan ancaman, respons cepat saat terjadi insiden, hingga edukasi keamanan bagi karyawan. Dengan bantuan teknologi berbasis AI, ancaman dapat dikenali lebih cepat dan dampak serangan bisa ditekan. Cyber security pun tidak lagi menjadi layanan tambahan, melainkan bagian inti dari managed service.
3. Outsourcing untuk mengatasi keterbatasan SDM
Walaupun teknologi semakin canggih, peran manusia tetap penting dalam layanan IT. Namun, tidak semua MSP memiliki sumber daya manusia yang cukup, terutama untuk memberikan layanan selama 24 jam penuh.
Karena itu, tren alih daya (outsourcing) semakin banyak diterapkan. MSP bekerja sama dengan mitra lain untuk menangani kebutuhan teknis tertentu. Cara ini membantu menjaga kualitas layanan, mengisi kekurangan tenaga ahli, dan tetap efisien dari sisi biaya, tanpa mengganggu pengalaman klien.
4. Dukungan kerja jarak jauh menjadi standar
Model kerja jarak jauh dan hibrida kini sudah menjadi hal yang umum. Hal ini membuat perusahaan membutuhkan dukungan IT yang bisa diakses kapan saja dan dari mana saja.
MSP dituntut menyediakan layanan yang mendukung kerja jarak jauh, seperti akses sistem yang aman, bantuan teknis jarak jauh, serta perlindungan perangkat karyawan. Selain kenyamanan, keamanan juga menjadi fokus utama karena karyawan sering terhubung melalui jaringan rumah atau Wi-Fi publik yang lebih rentan.
5. IT Service Management (ITSM) menjaga layanan tetap tertata
Agar layanan managed service berjalan konsisten dan terukur, MSP membutuhkan sistem pengelolaan layanan yang baik. IT Service Management (ITSM) membantu mengatur proses layanan, mulai dari pencatatan keluhan, penanganan gangguan, hingga evaluasi kualitas layanan.
Dengan ITSM, layanan IT menjadi lebih rapi, transparan, dan mudah dipantau, baik oleh MSP maupun oleh perusahaan sebagai pengguna layanan.
Tren managed service di tahun 2026 menunjukkan bahwa layanan IT tidak lagi sekadar mendukung operasional, tetapi menjadi bagian strategis dalam menjaga kelangsungan perusahaan. MSP yang mampu menggabungkan teknologi, keamanan, dan pengelolaan layanan yang baik akan memiliki nilai lebih di mata perusahaan.
Di tengah perubahan kebutuhan perusahaan dan tantangan digital yang semakin kompleks, PT VADS Indonesia menghadirkan solusi Managed Service dan ITSM untuk membantu perusahaan mengelola layanan TI secara aman, efisien, dan terintegrasi. Cari tahu solusi PT VADS Indonesia lebih lanjut dan temukan dukungan IT yang tepat untuk menjaga operasional perusahaan Anda tetap andal.
Tren Cyber Security 2026: Risiko Digital yang Semakin Nyata
Cyber security (keamanan siber) adalah upaya melindungi sistem, jaringan, dan data dari ancaman digital yang semakin kompleks. Menjelang 2026, risiko serangan meningkat akibat penggunaan AI, komputasi kuantum yang melemahkan sistem keamanan lama, serta meluasnya penggunaan cloud dan perangkat Internet of Things (IoT) seperti CCTV dan mesin pintar yang berpotensi menjadi celah keamanan.
Karena itu, perusahaan perlu beralih dari pendekatan reaktif ke strategi pencegahan yang lebih proaktif agar mampu mendeteksi, menangani, dan pulih dari serangan siber (cyber attack) dengan lebih cepat.
Tren Cyber Security 2026
Berikut tren cyber security utama yang akan membentuk lanskap keamanan digital di tahun 2026:
1. Cyber security berbasis AI
Artificial Intelligence (AI) menjadi inti inovasi cyber security. Teknologi ini mampu memproses data dalam jumlah besar, mengenali pola aktivitas mencurigakan, serta mengotomatisasi respons keamanan secara real time. AI tidak hanya digunakan untuk mendeteksi serangan yang sedang terjadi, tetapi juga untuk mempelajari pola serangan sebelumnya agar sistem bisa siap menghadapi serangan yang akan muncul.
Karena pelaku kejahatan siber (cyber crime) juga memanfaatkan AI, penggunaan sistem keamanan berbasis machine learning membantu perusahaan lebih cepat mengenali ancaman dan melindungi sistemnya.
2. Perlindungan informasi yang dapat dipercaya
Tujuan utama cyber security adalah menjaga kepercayaan pengguna terhadap data dan informasi. Seiring meningkatnya penggunaan AI, batas antara konten buatan manusia dan mesin semakin samar. Karena itu, di tahun 2026 fokus keamanan tidak hanya terfokus pada perlindungan data, tetapi juga pada keaslian dan validitas informasi agar kepercayaan publik tetap terjaga.
3. Menyiapkan keamanan data untuk teknologi komputer masa depan
Komputasi kuantum adalah teknologi komputer masa depan yang bekerja jauh lebih cepat dari komputer saat ini. Karena kemampuannya, sistem pengaman data yang lama bisa menjadi kurang aman. Oleh karena itu, mulai 2026 perusahaan perlu menyiapkan perlindungan data yang lebih kuat agar informasi penting tetap aman, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan siap menghadapi perkembangan teknologi ke depan.
4. Otentikasi identitas digital di era deepfake
Teknologi deepfake adalah teknologi yang dapat memalsukan wajah dan suara seseorang sehingga terlihat dan terdengar seperti asli, padahal sebenarnya tidak. Karena pemalsuan ini semakin sulit dikenali, perusahaan harus lebih teliti dalam memastikan identitas saat berkomunikasi secara digital. Ke depannya, teknologi akan membantu memeriksa keaslian suara, video, dan pesan agar aktivitas seperti rapat online maupun interaksi dengan pelanggan tetap aman dan tepercaya.
5. Memperkuat faktor manusia
Manusia masih menjadi titik terlemah dalam sistem cyber security. Oleh karena itu, perusahaan akan semakin fokus pada pelatihan kesadaran keamanan, latihan menghadapi upaya penipuan yang memanipulasi karyawan, dan pembentukan budaya keamanan di seluruh perusahaan.
6. Inovasi Multi-Factor Authentication (MFA)
Multi-Factor Authentication (MFA) atau otentikasi Multi-Faktor adalah sistem keamanan yang meminta lebih dari satu cara untuk memastikan identitas pengguna, misalnya dengan kata sandi dan kode tambahan. Selama ini, banyak perusahaan masih menggunakan kode lewat SMS, tetapi cara ini mulai ditinggalkan karena lebih mudah disalahgunakan. Ke depannya, perusahaan akan beralih ke aplikasi khusus yang memberikan perlindungan lebih kuat dan membuat akun lebih aman.
Tahun 2026 menegaskan bahwa cyber security bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama untuk menjaga keberlanjutan perusahaan. Perusahaan yang mampu beradaptasi lebih cepat dengan tren dan teknologi keamanan terbaru akan memiliki keunggulan dalam melindungi aset digital sekaligus mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Di tengah risiko siber yang terus berkembang, PT VADS Indonesia menghadirkan layanan Cyber Security & Managed Services untuk menjaga keamanan data dan operasional perusahaan. Pelajari solusinya sekarang dan lindungi sistem perusahaan Anda bersama PT VADS Indonesia.
