Berita Terkini
6 Tips Memilih Vendor Agentic AI yang Tepat untuk Bisnis
Saat ini menggunakan Agentic AI, bukan sekadar membeli aplikasi, melainkan memilih ‘rekan kerja cerdas’ yang siap mempercepat kemajuan bisnis Anda. Namun, agar anggaran Anda tidak terbuang percuma, penting bagi Anda untuk teliti dalam memilih vendor yang tepat. Simak dulu hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih vendor Agentic Ai di bawah ini.
Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Vendor Agentic AI?
Beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih vendor Agentic AI, yaitu:
1. Nilai keuntungan
Sistem AI yang Anda pilih harus memberikan manfaat nyata dan sebanding dengan biaya yang Anda keluarkan. Nilailah potensi keuntungan ini dengan melihat bagaimana sistem tersebut mampu mempercepat kerja tim, mengurangi biaya operasional, hingga membantu mendatangkan penghasilan baru. Dengan memastikan adanya hasil yang jelas, penggunaan AI dapat benar-benar mendukung tujuan bisnis dan memberikan bukti keberhasilan yang nyata, bukan sekadar ikut-ikutan tren saja.
2. Skalabilitas dan kesiapan masa depan
Seiring berkembangnya bisnis, sistem AI yang digunakan juga harus ikut berkembang untuk dapat menangani beban kerja, jumlah pengguna, dan data yang terus bertambah. Oleh karena itu, pilihlah vendor yang menawarkan layanan fleksibel dan mudah ditingkatkan skalanya. Dengan sistem yang mampu berkembang, Anda tidak perlu repot mengganti atau memindahkan data ke sistem baru yang mahal di masa depan saat kebutuhan bisnis Anda semakin meningkat.
3. Persiapan tim
Keberhasilan menggunakan AI bukan hanya soal seberapa canggih teknologinya, tapi tentang seberapa siap tim Anda memakainya. Anda butuh rencana pelatihan yang jelas dan bantuan teknis agar karyawan tidak bingung saat masa transisi. Perusahaan yang mau meluangkan waktu untuk memberikan pelatihan kepada karyawannya biasanya akan jauh lebih cepat merasakan manfaat AI dibandingkan mereka yang hanya sekadar memasang aplikasinya saja.
4. Pastikan bahwa sistem tetap ada di bawah pengawasan manusia
Meski AI bisa bekerja sendiri, Anda tetap butuh sistem pengaman. Pastikan platform dari vendor yang Anda akan pilih memungkinkan manajer untuk memeriksa hasil kerja AI, menyetujui langkah-langkah penting, atau mengambil alih saat AI merasa ragu. Pengawasan ini sangat krusial, terutama jika bisnis Anda mengelola data rahasia atau harus mengambil keputusan besar yang berisiko tinggi.
5. Privasi dan keamanan data
Privasi dan keamanan data merupakan salah satu hal utama yang perlu dipahami sebelum memilih Agentic AI. Anda harus memastikan bahwa vendor tersebut benar-benar menjaga kerahasiaan informasi perusahaan Anda. Caranya, cek apakah mereka menggunakan sistem gembok digital (enkripsi) agar data tidak bisa dicuri saat disimpan maupun dikirim.
Pastikan juga sistemnya memiliki aturan akses yang ketat, sehingga hanya orang yang Anda beri izin saja yang bisa membukanya. Hal ini sangat krusial untuk mencegah kebocoran data yang bisa merugikan operasional dan merusak kepercayaan pelanggan Anda.
6. Pilih sistem yang sesuai dengan keahlian tim
Sesuaikan teknologi AI dengan kemampuan tim Anda. Jika tim Anda lebih banyak diisi oleh staf yang tidak mengerti teknis coding, pilihlah sistem yang tampilannya sederhana dan mudah dijalankan tanpa perlu keahlian khusus. Namun, jika Anda punya tim ahli IT atau developer berpengalaman, carilah sistem yang memberikan kontrol penuh agar AI tersebut bisa dimodifikasi sedetail mungkin sesuai kebutuhan perusahaan.
Memilih vendor Agentic AI bukan hanya tentang membeli teknologi, tetapi tentang menemukan mitra yang selaras dengan visi masa depan organisasi Anda. Dengan mengevaluasi faktor-faktor di atas, Anda dapat memastikan investasi digital Anda bersifat strategis dan berkelanjutan.
PT VADS Indonesia siap mendampingi perusahaan Anda dalam membangun fondasi AI yang aman dan optimal. Dengan dukungan infrastruktur yang mumpuni, kami membantu Anda memaksimalkan potensi Agentic AI demi efisiensi bisnis yang lebih tinggi. Segera konsultasikan kebutuhan transformasi digital Anda bersama kami.
Apa Itu Agentic AI? Pahami Cara Kerja dan Karakteristiknya
Pernahkah Anda membayangkan memiliki asisten digital yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu merencanakan hingga menyelesaikan tugas sendirian? Itulah inovasi yang ditawarkan oleh Agentic AI.
Kehadiran sistem cerdas yang bisa bekerja sendiri ini membawa perubahan besar bagi efisiensi bisnis, karena ia mampu menuntaskan pekerjaan tanpa harus terus-menerus diperintah oleh manusia. Cari tahu cara kerja Agentic AI di bawah ini.
Bagaimana Cara Kerja Agentic AI?
Sistem ini tidak bekerja secara acak, melainkan melalui proses pola pikir terstruktur yang memungkinkannya berpikir dan bertindak layaknya seorang ahli. Berikut adalah tahapan utama dalam alur kerja Agentic AI:
1. Pengumpulan dan pemrosesan data
Langkah awal cara kerja Agentic AI adalah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti data internal perusahaan hingga aplikasi yang biasa digunakan. Sistem ini tidak hanya membaca data, tetapi juga mempelajarinya untuk menemukan pola dan poin-poin penting. Melalui analisis ini, AI dapat memahami situasi secara mendalam sebagai dasar untuk menyusun rencana kerja yang cerdas.
2. Penalaran logis (Reasoning)
Setelah memahami situasi, Agentic AI akan mempertimbangkan berbagai pilihan tindakan menggunakan logika yang matang. Sistem ini akan menganalisis solusi terbaik, memperhitungkan risiko, dan memastikan setiap langkahnya sesuai dengan aturan bisnis. Contohnya di bidang logistik, Agentic AI secara otomatis dapat menghitung cara pengiriman yang paling murah namun tetap cepat tanpa perlu melakukan langkah manual.
3. Eksekusi tindakan nyata
Begitu rencana selesai disusun, sistem akan langsung bekerja sendiri tanpa perlu menunggu perintah lagi. AI ini mampu menghubungkan berbagai sistem aplikasi, menghubungi mitra bisnis secara otomatis, hingga mengubah alur kerja saat itu juga jika diperlukan. Selama proses berjalan, AI terus memantau setiap perkembangan untuk memastikan hasil akhirnya benar-benar sesuai dengan target yang diinginkan.
- Pembelajaran berkelanjutan (Data Flywheel)
Melalui lingkaran umpan balik (data flywheel), Agentic AI terus belajar dari setiap interaksi. Semakin sering ia bekerja, semakin pintar ia dalam mengoptimalkan keputusan dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan Anda. Proses pembelajaran berulang ini memastikan performa AI semakin tajam dari waktu ke waktu.
Apa Saja Karakteristik Utama Agentic AI?
Memahami karakteristik unik sistem ini membantu Anda melihat potensi besarnya bagi kemajuan organisasi Anda. Berikut adalah ciri khas utamanya:
- Perencanaan Strategis Canggih: Berbeda dengan AI biasa yang kaku, Agentic AI mampu memecah tantangan besar menjadi tahapan kecil yang mudah dikelola. Ia sangat fleksibel dalam mengubah strategi jika situasi lapangan berubah mendadak.
- Proaktif dan Berorientasi Target: Ia tidak menunggu perintah (prompt). Sistem ini secara aktif mendeteksi potensi masalah dan mengambil inisiatif mandiri demi mencapai target utama organisasi Anda secara efisien.
- Adaptasi Mandiri: Sistem ini berevolusi melalui pengalaman nyata. Ia memantau hasil keputusannya sendiri untuk menyempurnakan strategi di masa depan. Hal ini memastikan sistem tetap relevan meski kondisi pasar mengalami fluktuasi.
- Sinergi dengan Manusia: Teknologi ini dirancang menyatu mulus dengan sistem perusahaan. Agentic AI selalu memberikan alasan logis di balik setiap keputusannya, sehingga kolaborasi dengan tim Anda tetap transparan, akuntabel, dan dapat dipercaya.
Kesimpulannya, Agentic AI bukan sekadar alat responsif, melainkan mitra strategis yang mampu mendorong efisiensi bisnis Anda ke level tertinggi melalui pengambilan keputusan cerdas. Namun, implementasi teknologi otonom tentu membutuhkan tata kelola kuat agar keamanan data tetap terjaga.
Bersama PT VADS Indonesia, Anda dapat menerapkan infrastruktur AI yang aman dan terkontrol. Kami siap memastikan teknologi otonom ini bekerja selaras dengan tujuan bisnis, kebijakan kepatuhan, serta standar akuntabilitas tertinggi perusahaan Anda. Hubungi PT VADS Indonesia sekarang.
Bukan AI Biasa! Ini Contoh Nyata Penerapan Agentic AI
Agentic AI mengubah peran Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dari sekadar alat penjawab menjadi mitra kerja mandiri yang proaktif. Berbeda dengan AI konvensional, teknologi ini mampu berpikir logis dan menyelesaikan tugas rumit secara otomatis tanpa perlu banyak instruksi manusia. Saat ini, manfaatnya juga sudah dirasakan langsung di berbagai sektor. Simak informasi tentang contoh nyata penerapan Agentic AI di bawah ini ya.
Contoh Nyata Penerapan Agentic AI di Berbagai Bidang
Implementasi teknologi ini bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan solusi praktis yang sudah merambah ke berbagai sektor vital. Beberapa contoh nyata penerapan Agentic AI, yaitu:
1. Diagnosis penyakit
Di dunia kesehatan, Agentic AI membantu dokter mendeteksi penyakit dengan lebih cepat dan akurat melalui analisis otomatis pada data medis seperti rontgen, MRI, dan tes genetik. Karena mampu mempelajari banyak data medis sekaligus, teknologi ini tidak hanya membantu mengenali penyakit lebih awal, tetapi juga bisa memberikan saran rencana pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi unik setiap pasien.
2. Pengaturan layanan pelanggan yang terpadu
Layanan pelanggan modern kini beralih dari sekadar jawaban otomatis ke interaksi yang lebih hidup melalui Agentic AI. Sistem ini bertindak sebagai asisten serba bisa yang mampu menangani percakapan kompleks sambil mengakses data riwayat transaksi, memproses pengembalian dana, hingga mengatur jadwal layanan secara mandiri.
Keunggulannya terletak pada transisi yang mulus saat meneruskan masalah ke agen manusia, sehingga pelanggan mendapatkan solusi cepat tanpa harus mengulang penjelasan dari awal.
3. Optimalisasi penjualan yang akurat
Dalam dunia bisnis, Agentic AI berfungsi sebagai asisten penjualan yang mampu mengelompokkan calon pembeli potensial berdasarkan pola perilaku dan kondisi pasar secara otomatis. Alih-alih mengirim pesan massal yang kaku, sistem ini mempersonalisasi setiap email, mengatur jadwal tindak lanjut di waktu terbaik, hingga memberikan rekomendasi harga yang kompetitif. Hal ini memungkinkan tim penjualan untuk bekerja lebih fokus dan efisien tanpa membuang energi dengan fokus pada calon pembeli yang belum pasti ingin membeli produk atau jasa.
4. Penasihat keuangan
Penasihat keuangan berbasis AI mampu menganalisis kondisi dan target keuangan calon nasabah secara mendalam, memberikan saran investasi saat itu juga, bahkan membantu melakukan transaksi secara otomatis. Teknologi ini membuat layanan konsultasi keuangan eksklusif kini bisa dinikmati oleh siapa saja.
5. Sistem keamanan
Agentic AI dapat digunakan dalam bidang Cyber Security untuk mendeteksi dan menangani ancaman serangan siber (Cyber Threat) secara otomatis. Selain itu, dengan terus belajar dari lalu lintas jaringan, sistem AI dapat mengidentifikasi pola yang menunjukkan potensi pelanggaran. Dalam hal ini Agentic AI juga mampu bereaksi secara real time, memblokir ancaman sebelum menyebabkan kerusakan signifikan, dan memprediksi bentuk-bentuk serangan siber baru.
Secara keseluruhan, Agentic AI membuktikan bahwa kecerdasan buatan kini tidak lagi sekadar alat penjawab, melainkan mitra strategis yang mampu mengambil inisiatif dan menyelesaikan alur kerja yang rumit. Integrasi teknologi ini ke dalam berbagai sektor memberikan keunggulan kompetitif melalui efisiensi yang lebih tinggi, akurasi yang lebih tajam, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar yang sangat cepat.
Bagi perusahaan, adopsi Agentic AI bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal tata kelola dan keamanan jangka panjang. Dengan dukungan solusi dari PT VADS Indonesia, implementasi teknologi otonom dapat tetap selaras dengan kebijakan keamanan, kepatuhan, dan tujuan bisnis perusahaan. Hubungi PT VADS Indonesia sekarang.
4 Fitur Utama Agentic AI yang Wajib Diketahui
Agentic AI merupakan inovasi baru dalam dunia Artificial Intelligence karena kemampuannya untuk bertindak sebagai subjek yang mandiri. Karena Agentic AI tidak hanya menjalankan perintah, tetapi memiliki kemampuan untuk berpikir, merencanakan, hingga berkembang secara mandiri.
Hal inilah yang menyebabkan sistem ini disebut sebagai "agen" karena kemampuannya mengelola tugas dari awal hingga selesai. Agentic AI juga memiliki fitur-fitur yang bisa mendukung proses kerjanya agar bisa optimal dan membantu mengerjakan pekerjaan yang rumit.
Apa Saja Fitur Agentic AI?
Pada dasarnya, Agentic AI memiliki banyak fitur. Namun, ada beberapa fitur utama Agentic AI yang sering digunakan, seperti:
1. Pengambilan keputusan otonom
Salah satu fitur utama Agentic AI adalah kemampuannya dalam mengambil keputusan tanpa harus menunggu arahan di setiap detiknya. Agentic AI mampu menganalisis situasi kompleks secara mandiri, mempertimbangkan berbagai opsi solusi, dan mengambil keputusan berdasarkan data real-time.
Sistem ini bertindak proaktif dengan mengurai tujuan besar yang Anda berikan menjadi rangkaian tugas kecil yang lebih efisien untuk segera dieksekusi demi mencapai hasil akhir yang diinginkan.
2. Personalisasi yang cerdas dan mendalam
Agentic AI mampu menciptakan pengalaman yang terasa sangat personal bagi setiap orang. Di berbagai bidang bisnis, fitur ini membantu memahami apa yang disukai dan dibutuhkan pelanggan secara mendetail. Dibandingkan memberikan layanan yang sama rata, Agentic AI menawarkan solusi yang selalu menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan riwayat setiap pengguna. Hasilnya, layanan yang diberikan kepada pelanggan menjadi lebih tepat sasaran dan akurat.
3. Kemampuan menyelesaikan masalah
Agentic AI menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah yang jelas, yaitu mengamati, membuat rencana, bertindak, dan belajar. Proses pemecahan masalah dimulai dengan mengumpulkan informasi, lalu melakukan pertimbangan matang terhadap situasi yang ada sebelum mengambil tindakan nyata. Menariknya, Agentic AI terus belajar dari setiap pengalaman. Dengan cara ini, Agentic AI bisa memberikan solusi yang jauh lebih cerdas dan tepat sasaran saat menghadapi masalah yang sama di masa depan.
4. Kemampuan beradaptasi
Dunia bisnis selalu berubah dengan cepat dan sering kali menghadirkan situasi yang tidak terduga. Agentic AI sangat unggul dalam hal ini karena kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekitarnya. Pada dasarnya, Agentic AI bekerja dengan belajar dari pengalaman masa lalu untuk membuat keputusan yang lebih cerdas di masa depan. Semakin sering sistem ini digunakan dalam operasional Anda, Agentic AI akan menjadi semakin serbaguna dalam menangani berbagai skenario baru secara mandiri.
Memahami dan memanfaatkan setiap fitur Agentic AI adalah langkah strategis bagi Anda untuk memulai transformasi digital yang nyata. Dengan kombinasi otonomi, kemampuan memecahkan masalah, dan adaptasi yang luar biasa, teknologi ini merupakan mitra cerdas yang mampu mengelola seluruh proses kerja Anda secara menyeluruh.
Penerapan Agentic AI terbukti nyata mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis Anda ke level maksimal. Bersama dukungan infrastruktur dari PT VADS Indonesia, perusahaan Anda dapat mengoptimalkan seluruh potensi teknologi ini dengan keamanan data yang tetap terjamin. Segera konsultasikan kebutuhan transformasi digital Anda sekarang dan rasakan kemudahan mengelola masa depan bisnis dengan bantuan teknologi Agentic AI yang tangguh.
Idi Amir Ismail Pimpin Babak Baru PT VADS Indonesia
JAKARTA, 12 Februari 2026 – PT VADS Indonesia, penyedia layanan Business Process Outsourcing (BPO) dan Customer Experience (CX), secara resmi mengumumkan pengangkatan Idi Amir Ismail sebagai Chief Executive Officer (CEO) yang baru. Penunjukan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi PT VADS Indonesia sebagai pemimpin pasar melalui peningkatan kualitas layanan serta percepatan adopsi teknologi di seluruh lini bisnis.
Beliau memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri teknologi dan layanan berbasis digital, dengan rekam jejak kepemimpinan yang kuat dalam mendorong transformasi operasional dan pengembangan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan bisnis. Kehadiran beliau akan dapat membawa perspektif strategis dalam memadukan keunggulan teknologi dan layanan guna menjawab tantangan industri yang terus berkembang.
Langkah ini sejalan dengan komitmen PT VADS Indonesia untuk terus beradaptasi dengan dinamika pasar yang semakin kompetitif. Di bawah kepemimpinan baru, PT VADS Indonesia akan fokus menghadirkan solusi yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi klien. Dengan latar belakang yang kuat di bidang teknologi, beliau akan memimpin perusahaan dalam memperkuat kapabilitas digital serta memastikan setiap inovasi selaras dengan kebutuhan bisnis klien yang terus berubah.
Dalam memimpin perusahaan ke depan, beliau akan menitikberatkan pada penguatan fondasi operasional dan pengembangan teknologi yang tepat guna. Inisiatif ini mencakup integrasi solusi digital yang lebih cerdas, optimalisasi proses bisnis internal, serta peningkatan kapabilitas sistem untuk mendukung kualitas layanan yang konsisten dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan PT VADS Indonesia tetap menjadi mitra strategis yang andal bagi seluruh klien dan mitra bisnis.
Idi Amir Ismail, CEO PT VADS Indonesia, menyatakan:
" Saya sangat mengapresiasi kesempatan untuk memimpin PT VADS Indonesia. Fokus saya adalah memastikan setiap kerja sama yang kita jalankan memberikan hasil yang nyata bagi pertumbuhan bisnis klien. Di era transformasi ini, kami akan mempercepat integrasi Kecerdasan AI Buatan (Artificial Intelligence) ke dalam solusi BPO dan CX untuk menciptakan efisiensi yang lebih tinggi serta pengalaman pelanggan yang lebih cerdas. Langkah ini merupakan bagian inti dari strategi PWR 2030 perusahaan dalam mendorong transformasi digital yang berkelanjutan, guna memastikan PT VADS Indonesia tetap menjadi pemimpin pasar yang inovatif dan relevan bagi kebutuhan ekonomi masa depan. "
Selain berfokus pada peningkatan kualitas layanan, PT VADS Indonesia juga berkomitmen untuk memperluas portofolio layanannya ke berbagai sektor industri strategis di Indonesia. Perusahaan akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan setiap titik layanan untuk memenuhi ekspektasi pasar terhadap kecepatan, ketepatan, serta keamanan data. Di sisi internal, pengembangan talenta profesional menjadi prioritas utama guna memastikan seluruh solusi dijalankan oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berpengalaman.
Sebagai penutup, PT VADS Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus berperan sebagai mitra strategis yang dapat diandalkan dalam mendukung pertumbuhan bisnis di Indonesia. Dengan kepemimpinan baru dan fondasi teknologi yang semakin kuat, PT VADS Indonesia optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan ekonomi digital nasional serta kesuksesan jangka panjang para mitra bisnis.
Gen AI vs Agentic AI: Apa Bedanya?
Kehadiran Agentic AI menandai babak baru setelah era Generative AI atau AI konvensional. Walaupun keduanya dirancang untuk mempermudah pekerjaan, fungsi yang ditawarkan memiliki perbedaan mendasar. Yuk, simak perbedaannya di bawah ini.
Apa Saja Perbedaan Utama Gen AI dan Agentic AI?
Berikut beberapa perbedaan utama Generatif AI (Gen AI) dan Agentic AI yang perlu diperhatikan:
1. Fungsi utama
Fungsi utama dari Gen AI adalah menghasilkan konten baru dengan mengidentifikasi pola dari data pelatihannya, seperti teks atau visual. Dalam konteks customer experience, AI ini sangat efektif untuk menyelesaikan tugas satu langkah di mana pengguna memberikan input spesifik untuk mendapatkan hasil instan. Contohnya adalah membuat draf balasan pesan pelanggan yang personal, merangkum inti keluhan dari transkrip percakapan panjang, atau menyusun draf artikel bantuan (knowledge base) untuk membantu pelanggan menjawab pertanyaannya sendiri.
Fungsi utama Agentic AI adalah mengelola dan menuntaskan alur kerja kompleks yang terdiri dari berbagai tahapan secara mandiri. AI ini memiliki kemampuan untuk menganalisis kendala pelanggan, menyusun rencana aksi, dan mengeksekusi tindakan di setiap langkah untuk mencapai solusi akhir. Contohnya dalam penanganan keluhan pengembalian barang, Agentic AI dapat memverifikasi status pesanan di sistem, melakukan validasi kebijakan retur, memproses tiket pengembalian dana ke bagian keuangan, hingga mengirimkan label pengiriman baru kepada pelanggan tanpa perlu intervensi manual di setiap prosesnya.
2. Pengambilan keputusan
Gen AI mengambil keputusan pada tingkat dasar. Sebagai contoh, Gen AI memilih kata atau komponen gambar berdasarkan kemungkinan statistik yang diperoleh dari data yang sudah ada sebelumnya. Gen AI tidak dapat mengevaluasi alternatif atau mempertimbangkan konsekuensi, pilihannya didorong oleh pengenalan pola, bukan keselarasan tujuan atau pemikiran strategis.
Agentic AI memiliki kemampuan untuk membuat keputusan sulit secara mandiri. Teknologi ini mampu menimbang berbagai pilihan, memprediksi hasil yang akan didapat, lalu memilih langkah terbaik sesuai tujuan yang ingin dicapai. Hebatnya lagi, Agentic AI bisa terhubung langsung dengan berbagai sistem perusahaan dan terus memperbaiki kemampuannya dengan belajar dari pengalaman atau hasil kerja sebelumnya.
3. Otomatisasi alur kerja
Gen AI berperan sebagai pendukung dalam otomatisasi alur kerja. AI ini membantu mengerjakan beberapa pekerjaan seperti menulis, memperbaiki, atau menerjemahkan, tetapi tidak dapat mengelola seluruh proses dari awal hingga akhir. Namun, proses ini harus dipandu oleh manusia di setiap tahap, yang membatasi kemampuannya untuk menjalankan alur kerja penuh tanpa pengawasan manusia.
Agentic AI memungkinkan otomatisasi alur kerja penuh. AI ini dirancang untuk menjalankan rangkaian tindakan yang membutuhkan koordinasi, pengambilan keputusan, dan penyesuaian. Misalnya, dalam perencanaan proyek, Agentic AI dapat mengelola penjadwalan, mengirimkan komunikasi, memperbarui jadwal, dan menangani perubahan yang tidak terduga.
Hal ini membuatnya berguna untuk industri seperti kepatuhan, penelitian, dan pengembangan perangkat lunak, di mana tugas-tugas mencakup banyak sistem dan langkah.
Perbedaan mendasar keduanya terletak pada tingkat otomatisasi, Gen AI membutuhkan arahan manusia untuk memproduksi konten secara cepat, sementara Agentic AI mampu mengeksekusi tugas secara otomatis dari awal hingga akhir tanpa intervensi manual. Meski berbeda, keduanya tetap bermanfaat sesuai kebutuhan bisnis, Gen AI sangat tepat untuk akselerasi pembuatan konten, sedangkan Agentic AI adalah solusi ideal untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan koordinasi manual yang lebih minim.
Optimalkan potensi bisnis Anda dengan solusi kecerdasan buatan terdepan yang dirancang untuk efisiensi masa depan. Konsultasikan kebutuhan transformasi digital Anda bersama PT VADS Indonesia dan rasakan kemudahan mengelola operasional bisnis dengan teknologi Agentic AI yang andal.
