Berita

  1. VADS
  2. Berita
  3. 5 Contoh Penerapan Layanan Proaktif di Berbagai Industri

5 Contoh Penerapan Layanan Proaktif di Berbagai Industri

14 September 2026

Kenali contoh penerapan proactive customer service di e-commerce, telekomunikasi, travel, perhotelan, dan layanan keuangan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Image of 5 Contoh Penerapan Layanan Proaktif di Berbagai Industri

Contoh penerapan layanan proactive customer service

Kebutuhan pelanggan tidak selalu disampaikan melalui pertanyaan atau keluhan. Terkadang, pelanggan hanya membutuhkan informasi mengenai pesanan, kondisi layanan, atau langkah yang perlu dilakukan selanjutnya.

Jika informasi tersebut baru diberikan setelah pelanggan menghubungi customer service, proses yang sederhana bisa menjadi lebih panjang. Karena itu, perusahaan dapat menerapkan layanan pelanggan proaktif (proactive customer service) dengan memahami situasi pelanggan dan memberikan informasi atau bantuan lebih awal. Penerapannya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di berbagai industri.

Contoh Penerapan Proactive Customer Service

Proactive customer service bukan berarti menghubungi pelanggan secara langsung. Perusahaan juga dapat memanfaatkan data, sistem pemantauan, dan riwayat interaksi untuk mengenali situasi yang membutuhkan perhatian. Dengan cara ini, informasi atau bantuan dapat diberikan sebelum pelanggan mengalami kendala atau menghubungi customer service. Berikut beberapa contoh penerapan layanan proaktif di berbagai industri:

1. E-commerce: Memberikan informasi saat pesanan terlambat

Setelah melakukan pembelian, pelanggan biasanya memantau status pesanan untuk memastikan barang tiba sesuai perkiraan. Ketika sistem mendeteksi adanya keterlambatan, perusahaan dapat mengirimkan pembaruan status beserta estimasi waktu pengiriman terbaru. Informasi ini membantu pelanggan mengetahui kondisi pesanannya tanpa harus menghubungi customer service.

Pendekatan tersebut juga dapat diterapkan ketika terjadi perubahan pada proses pengiriman, seperti kendala di pusat distribusi atau perubahan jadwal kurir. Dengan memberikan informasi sejak awal, perusahaan dapat mengurangi ketidakpastian yang dirasakan pelanggan.

2. Telekomunikasi: Memberi tahu pelanggan saat terjadi gangguan

Gangguan jaringan dapat diketahui melalui sistem pemantauan sebelum pelanggan menyampaikan keluhan. Ketika gangguan terdeteksi di wilayah tertentu, perusahaan dapat langsung menginformasikan pelanggan yang terdampak dan menyertakan perkiraan waktu pemulihan layanan.

Informasi tersebut dapat dilengkapi dengan langkah yang dapat dilakukan pelanggan selama gangguan berlangsung. Dengan begitu, pelanggan memiliki informasi yang cukup tanpa perlu menghubungi customer service untuk mengetahui penyebab atau perkembangan gangguan.

3. Travel: Memberikan pilihan saat terjadi perubahan jadwal

Perubahan jadwal perjalanan dapat memengaruhi rencana pelanggan. Ketika terjadi penundaan atau perubahan jadwal, perusahaan dapat memberikan informasi lebih awal sekaligus menawarkan pilihan seperti perubahan jadwal atau pemesanan ulang.

Pemberitahuan yang disampaikan lebih cepat memberikan pelanggan waktu untuk menyesuaikan rencana perjalanan. Hal ini juga membantu mengurangi kebutuhan pelanggan untuk mencari informasi atau menghubungi customer service secara berulang.

4. Perhotelan: Mempersiapkan kebutuhan sebelum kedatangan

Kebutuhan tamu dapat diketahui sejak sebelum mereka tiba di hotel. Pengelola dapat memberikan informasi mengenai check-in, fasilitas, lokasi hotel, atau layanan yang dapat dipersiapkan melalui channel digital.

Perusahaan juga dapat memberikan pilihan early check-in, permintaan fasilitas tertentu, atau informasi lain yang relevan jika tersedia. Dengan demikian, sebagian kebutuhan pelanggan dapat diselesaikan sebelum mereka tiba dan tanpa harus melalui komunikasi yang panjang.

5. Layanan keuangan: Mengingatkan sebelum jatuh tempo

Pelanggan dapat menerima pengingat sebelum pembayaran jatuh tempo atau ketika terdapat transaksi yang memerlukan perhatian. Notifikasi dapat disesuaikan dengan jenis aktivitas sehingga informasi yang diberikan tetap relevan dengan kondisi pelanggan.

Selain membantu pelanggan menghindari keterlambatan, pemberitahuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mencegah masalah yang lebih besar. Komunikasi pun tidak hanya terjadi setelah pelanggan mengalami kendala.

Dari berbagai contoh tersebut, proactive customer service bukan sekadar memberikan informasi lebih cepat. Layanan proaktif berfokus pada kemampuan perusahaan untuk mengenali kebutuhan pelanggan dan mengambil tindakan sebelum pelanggan harus meminta bantuan.

Untuk menerapkannya secara konsisten, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi customer experience untuk mengelola data dan berbagai interaksi pelanggan. Melalui solusi customer experience dari PT VADS Indonesia, perusahaan dapat mengoptimalkan layanan agar lebih responsif dan relevan dengan kebutuhan pelanggan.

 



Bersama melangkah lebih maju untuk masa depan bisnis Anda.

Hubungi kami segera untuk mengetahui bagaimana VADS dapat membantu meningkatkan bisnis Anda.

Saya Tertarik