Berita

  1. VADS
  2. Berita
  3. Cara Menghitung Efisiensi Operasional agar Bisnis Lebih Produktif

Cara Menghitung Efisiensi Operasional agar Bisnis Lebih Produktif

16 Juli 2026

Pelajari cara menghitung efisiensi operasional beserta rumus, contoh perhitungan, dan cara membaca hasilnya untuk meningkatkan produktivitas bisnis.

Image of Cara Menghitung Efisiensi Operasional agar Bisnis Lebih Produktif

Cara Menghitung Efisiensi Operasional

Biaya operasional yang terus meningkat belum tentu menandakan bisnis berkembang. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut justru menjadi tanda bahwa proses kerja belum berjalan secara efisien. Karena itu, perusahaan perlu mengukur efisiensi operasional untuk memastikan sumber daya yang digunakan telah memberikan hasil yang optimal.

Salah satu cara yang paling umum adalah menghitung rasio efisiensi operasional. Melalui perhitungan ini, perusahaan dapat membandingkan biaya operasional dengan pendapatan yang diperoleh sehingga lebih mudah mengevaluasi kinerja, menemukan peluang perbaikan, dan menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas. Lalu, bagaimana cara menghitung efisiensi operasional? Simak penjelasannya berikut.

Bagaimana Cara Menghitung Efisiensi Operasional?

Untuk mengetahui apakah operasional perusahaan sudah berjalan secara efisien, Anda perlu mengukurnya menggunakan rasio efisiensi operasional. Pengukuran ini membantu perusahaan memahami apakah biaya operasional yang dikeluarkan sudah sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan sehingga keputusan bisnis dapat diambil berdasarkan data.

Salah satu metode yang paling umum digunakan adalah menghitung rasio efisiensi operasional.

Rumus rasio efisiensi operasional:

(Beban Operasional + Harga Pokok Penjualan) ÷ Penjualan Bersih

Setelah memperoleh hasil perhitungan tersebut, kalikan dengan 100 untuk mendapatkan nilai dalam bentuk persentase.

Sebagai contoh, jika beban operasional perusahaan sebesar Rp300 juta, harga pokok penjualan sebesar Rp500 juta, dan penjualan bersih mencapai Rp1 miliar, maka perhitungannya adalah sebagai berikut.

(Rp300 juta + Rp500 juta) ÷ Rp1 miliar × 100 = 80%

Artinya, 80% dari pendapatan perusahaan digunakan untuk menutupi biaya operasional dan harga pokok penjualan.

Secara umum, semakin rendah rasio efisiensi operasional, semakin baik kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya. Sebaliknya, jika rasio terus meningkat, perusahaan perlu mengevaluasi proses bisnis agar pengeluaran dapat dikendalikan tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan.

Meski demikian, hasil perhitungan rasio tidak cukup hanya diketahui, tetapi juga perlu dijadikan dasar evaluasi. Perusahaan dapat menganalisis penyebab tingginya biaya operasional, seperti proses kerja yang masih manual, produktivitas tim yang belum optimal, atau tingginya volume pertanyaan pelanggan yang membutuhkan penanganan berulang. Dengan memahami penyebabnya, perusahaan dapat menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.

Pada akhirnya, menghitung efisiensi operasional bukan sekadar mengetahui besar kecilnya biaya yang dikeluarkan. Pengukuran ini menjadi dasar untuk mengambil keputusan yang lebih efektif, meningkatkan produktivitas, serta mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Jika perusahaan Anda ingin mengoptimalkan efisiensi operasional, PT VADS Indonesia siap membantu melalui berbagai solusi, seperti AI Chatbot, Interaction Analytics, dan Customer Relationship Management (CRM). Dengan dukungan teknologi dan tenaga profesional yang berpengalaman, perusahaan dapat mengoptimalkan proses operasional, meningkatkan pengalaman pelanggan, sekaligus lebih fokus mengembangkan bisnis inti.



Bersama melangkah lebih maju untuk masa depan bisnis Anda.

Hubungi kami segera untuk mengetahui bagaimana VADS dapat membantu meningkatkan bisnis Anda.

Saya Tertarik