Berita

  1. VADS
  2. Berita
  3. AI Customer Service: Kapan Pakai AI atau Agen Manusia?

AI Customer Service: Kapan Pakai AI atau Agen Manusia?

02 November 2026

Kenali pembagian peran AI dan agen manusia dalam customer service untuk menjawab pertanyaan, menangani keluhan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Image of AI Customer Service: Kapan Pakai AI atau Agen Manusia?

Kapan Pakai AI atau Agen Manusia

Pelanggan membutuhkan bantuan dengan cepat saat menghadapi kendala. Namun, jawaban cepat saja belum tentu menyelesaikan kendala. Ada pertanyaan yang dapat dijawab oleh AI, tetapi ada pula situasi yang membutuhkan penjelasan lebih mendalam dan bantuan langsung dari agen manusia. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami pembagian peran keduanya agar pelanggan mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Bagaimana AI dan Agen Manusia Berbagi Peran dalam Customer Service?

Tidak semua pertanyaan pelanggan membutuhkan penanganan yang sama. AI dapat membantu menjawab pertanyaan sederhana, sedangkan agen manusia diperlukan untuk menangani masalah yang lebih rumit atau membutuhkan empati. Berikut lima hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan kapan AI dan agen manusia perlu berperan dalam customer service:

1. AI untuk menjawab pertanyaan sederhana

Pertanyaan tentang jam operasional, status pesanan, atau cara menggunakan produk biasanya memiliki jawaban yang jelas. AI dapat membantu menjawab pertanyaan tersebut melalui chat dan saluran layanan lainnya sehingga pelanggan tidak perlu menunggu agen. Hal ini juga memberi kesempatan kepada agen manusia untuk menangani masalah yang membutuhkan perhatian lebih. Agar jawabannya tetap akurat, AI perlu menggunakan informasi produk dan layanan serta kebijakan perusahaan yang selalu diperbarui.

2. Libatkan agen manusia untuk masalah yang rumit

Ketika pelanggan menghadapi masalah yang belum terselesaikan atau kasus khusus, jawaban umum belum tentu cukup. Agen manusia dapat mengajukan pertanyaan lanjutan, memahami kronologi masalah, dan menjelaskan pilihan penyelesaian yang sesuai. Misalnya, keterlambatan pesanan yang melibatkan beberapa pihak mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut sebelum solusi diberikan. Melalui pendekatan ini, pelanggan dapat mendapatkan solusi berdasarkan kondisi yang sebenarnya, bukan sekadar jawaban umum.

3. Utamakan agen manusia saat pelanggan membutuhkan empati

Ketika masalah belum juga selesai, pelanggan dapat merasa kecewa dan kehilangan kepercayaan. Dalam situasi ini, mereka membutuhkan agen yang mau mendengarkan keluhan, memahami kesulitan yang dialami, dan menjelaskan langkah penyelesaiannya. Agen manusia dapat menanggapi keluhan berdasarkan situasi yang dihadapi pelanggan, bukan hanya memberikan jawaban standar. Sikap peduli dan penjelasan yang jelas dapat membantu pelanggan merasa dihargai serta lebih yakin bahwa masalah mereka sedang ditangani dengan baik.

4. Pastikan perpindahan dari AI ke agen berjalan lancar

AI dan agen manusia sebaiknya bekerja sebagai satu kesatuan, bukan dua layanan yang terpisah. AI dapat mengumpulkan informasi awal dan mencoba menyelesaikan masalah, lalu meneruskan percakapan kepada agen manusia ketika pertanyaan berada di luar kemampuannya. Saat mengambil alih, agen perlu memahami riwayat percakapan agar pelanggan tidak perlu mengulang penjelasan dari awal. Perusahaan juga perlu menyediakan pilihan untuk menghubungi agen manusia ketika AI belum mampu memberikan solusi.

5. Evaluasi peran AI berdasarkan hasil layanan

AI yang mampu menjawab banyak pertanyaan belum tentu berhasil menyelesaikan masalah pelanggan. Karena itu, perusahaan perlu mengevaluasi kinerja AI, misalnya melalui jumlah masalah yang berhasil diselesaikan, frekuensi pelanggan menghubungi layanan kembali, dan seberapa sering percakapan perlu diteruskan kepada agen manusia. Hasil evaluasi ini membantu perusahaan menentukan pertanyaan yang dapat ditangani AI serta masalah yang membutuhkan bantuan langsung dari agen manusia. Dengan begitu, perusahaan dapat memperbaiki pembagian peran keduanya berdasarkan kebutuhan pelanggan, bukan sekadar mengejar kecepatan respons.

Keberhasilan AI customer service tidak hanya diukur dari seberapa cepat AI menjawab, tetapi juga dari seberapa mudah pelanggan mendapatkan penyelesaian. Gartner melaporkan bahwa 87% pelanggan menganggap akses ke agen manusia penting ketika perusahaan menggunakan AI generatif untuk layanan pelanggan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI tetap perlu disertai pilihan bantuan manusia agar pelanggan dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

Untuk mewujudkannya, perusahaan membutuhkan strategi customer service yang menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan kualitas interaksi manusia. PT VADS Indonesia menyediakan layanan BPO dan customer service untuk membantu perusahaan mengelola interaksi pelanggan secara profesional sesuai kebutuhan bisnis. Saatnya membangun pengalaman pelanggan yang lebih baik bersama PT VADS Indonesia.



Bersama melangkah lebih maju untuk masa depan bisnis Anda.

Hubungi kami segera untuk mengetahui bagaimana VADS dapat membantu meningkatkan bisnis Anda.

Saya Tertarik