VADS
Events

VADS Indonesia Client Gathering 2020 “Elevate Your Digitalized Customer Experience”

Dipos pada 29 Jan 2020

Jakarta, 29 Januari 2020 – PT. VADS Indonesia kembali mengadakan acara Client Gathering 2020 dengan tema “Elevate Your Digitalized Customer Experience” di Djakarta Theater XXI, Sarinah, Jakarta Pusat.

Event ini merupakan kegiatan tahunan dari PT VADS Indonesia dengan tujuan memberikan apresiasi kepada klien atas loyalitas dan kepercayaan mereka telah menggunakan jasa dari PT VADS Indonesia, sekaligus meningkatkan hubungan dengan klien PT VADS Indonesia. Selain itu pada kesempatan, PT VADS juga memperkenalkan solusi-solusi baru untuk meningkatkan customer experience melalui platform digital seperti Social Media Analytics dan Whatsapp API for Business, serta solusi keamanan data Blockchain Security Authentication. Solusi-solusi ini diharapkan dapat mempermudah layanan untuk pelanggan yang membutuhkan informasi dengan respons yang cepat dan tepat melalui digital channel serta menjamin keamanan data milik pelanggan.

Thaib Mustafa, General Manager Enterprise Application Services & Cybersecurity TM ONE, sebagai salah satu pembicara yang membahas mengenai Blockchain Security Authentication

Client Gathering 2020 ini menghadirkan 4 pembicara yang berpengalaman dan berkompeten di bidangnya diantaranya adalah Thaib Mustafa (General Manager Enterprise Application Services & Cybersecurity TM ONE) dan Ahmad Redzwan Bin Mohamad Nor (Marketing Director / Malaysia Representative FNS Value Co., Ltd) yang membahas mengenai Blockchain Security Authentication, Muhammad Iqbaly Noor( Director PT Ebdesk Teknologi Indonesia) membahas mengenai Elevate Your Business with Social Media, dan Desian Didik Wicaksono (Sales Manager PT Infobip Indonesia) yang membahas mengenai Better UX to Improve CX Through WhatsApp for Business.

Peserta event Client Gathering 2020

Peserta event Client Gathering 2020

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 30 perusahaan ternama yang berasal dari perusahaan- perusahaan pengguna layanan dan jasa PT VADS Indonesia dari berbagai industri seperti Bank BNI, BCA, Bea Cukai, Bank BTN, DANA, Grab, Indosat Ooredoo, JD.ID, LPDP, OYO, Palyja, Samsung, Shopee, Tokopedia, Transvision, PGASCom, Klip DJP, Bukalapak, dan lainnya.

Sesi nonton bareng VADS Indonesia dengan klien di Theater 1 Djakarta Theater 

Event ini ditutup dengan sesi nonton bareng di theater 1 Djakarta Theater bersama perusahaan – perusahaan rekanan PT VADS Indonesia. Acara nonton bareng sebagai bentuk apresiasi kepada para klien yang telah mempercayakan PT VADS Indonesia untuk membantu mengelola customer experience mereka. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan meningkatkan hubungan baik yang telah ada antara PT VADS Indonesia dengan para client sehingga kedepannya kerjasama akan terjalin semakin baik dan terjaga.

Events

PT VADS Indonesia FSI Event 2019 "Managing Your Digital Customer with CX Digital Solution"

Dipos pada 01 Okt 2019

Jakarta, 1 Oktober 2019 - PT. VADS Indonesia bekerjasama dengan Botika Teknologi Indonesia dan Genesys, kembali mengadakan seminar Financial Services Industry dengan thema Managing Your Digital Customer  With CX Digital Solution”, di Hotel JS Luwansa, Jakarta. Seminar ini merupakan kegiatan tahunan PT. VADS Indonesia yang telah berlangsung sejak tahun 2016.

Acara ini menghadirkan 3 pembicara yang berpengalaman dan kompeten di bidang financial services dan customer experience digital solution yaitu Nufransa Wira Sakti (Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia), Ditto Anindita (CEO & Founder Botika Teknologi Indonesia), serta Hunady Budihartono (Regional Sales Director Genesys). Sedangkan peserta seminar yang hadir adalah para eksekutif dari 30 perusahaan ternama di industri finansial diantaranya Bank BNI, BCA Finance, Bank BTN, Manulife Aset Management Indonesia, Astra Credit Company, Allianz, Mega Insurance, Commonwealth Bank, dan juga perwakilan dari pemerintahan serta kementerian.

“Tujuan dari seminar ini adalah untuk mengedukasi pasar akan pentingnya mengelola customer experience melalui CX digital solution yaitu Intelligent Omnichannel and Artificial Intelligent. Dengan adanya solusi ini, semua channel komunikasi dengan pelanggan di media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, chat dan voice ada dalam satu aplikasi. Sehingga layanan untuk pelanggan yang membutuhkan sebuah informasi dapat di respons dengan  cepat dan tepat melalui berbagai media sosial tersebut.  Selain itu kita bisa melihat profil pelanggan, menganalisa dan memonitor customer journey dari setiap channel interaksi mereka di platform kita, sehingga dapat memberikan Customer Experience dengan solusi yang cepat dan terbaik. Smart Assistance dan para customer service di Contact Center juga dapat memberikan First Contact Resolution (FCR), dengan mengakses aplikasi knowledge base. Proses eskalasi pun dapat dilakukan dengan cepat dan terukur melalui system ticketing yang terintegrasi, sehingga tercapai Customer Experience yang excellent”, ungkap Deddy Hermansyah, Chief Marketing Officer PT. VADS Indonesia.

Hunady Budihartono, Regional Sales Director of Genesys berbicara mengenai Delivering Customer Experience Through Digital Solution

Tidak hanya di swasta namun juga lembaga-lembaga pemerintahan di public sector. Hunady Budihartono, Regional Sales Director dari Genesys, salah satu partner PT. VADS Indonesia juga mengungkapkan “Customer Experience berbanding lurus dengan Brand Experience, dimana 80% customer rela membayar lebih untuk sebuah experience yang lebih baik, dan lebih dari 50% customer berpindah ke brand lain karena customer experience yang buruk.

Salah satu bentuk customer experience adalah contact center. Kehadiran Contact Center sudah menjadi kebutuhan bagi industri finansial, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan, yang menyebut setiap pelaku jasa keuangan wajib menangani dan menyelesaikan pengaduan konsumen.

Apalagi di era Industri 4.0 yang sangat erat dengan dunia digital saat ini. Dimana terjadi pergeseran kebiasaan pelanggan yang dulunya mengajukan keluhan lebih banyak melalui channel voice (telefon), kini berubah menggunakan channel digital lewat social media di gadget masing-masing. Dengan memberikan pelayanan yang maksimal dengan tools yang tepat kepada pelanggan, akan membantu perusahaan menjawab keluhan yang masuk. Seperti layanan Omni-channel yang dimiliki oleh PT. VADS saat ini yang merupakan  pengembangan dari Contact Center dimana penggunaan satu platform untuk semua channel komunikasi seperti email, video call, social media, live chat, voice, dan non voice channel lainnya.

Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia berbicara mengenai Managing Digital Customer in Ministry of Finance

Sama halnya dengan lembaga pemerintahan, salah satunya yaitu Kementerian Keuangan. Selain meningkatkan pelayanan dengan mengembangkan service digital seperti aplikasi M-PPID (aplikasi untuk layanan informasi publik), E-PPID, S-IPPID, dan layanan digital lainnya, Kemenkeu juga mengintegrasikan contact centernya dengan platform Omni-channel. “Saat ini 11 unit di Kemenkeu sudah memiliki Contact Center, 7 unit Eselon 1, 2 unit Eselon 2, dan 2 unit Badan Layanan Umum. Dan rata-rata sudah menggunakan platform Omni-channel”, ungkap Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan. “Sekarang momentumnya tepat untuk melakukan integrasi contact center di Kementerian Keuangan dengan platform Omni-channel sehingga Kementerian Keuangan memiliki sistem yang terintegrasi dengan sistem layanan informasi bagi masyarakat”, sambung Nufransa.

Ditto Anindita, CEO & Founder of BOTIKA berbicara mengenai Answering Opportunities using AI Technology in Financial Services

Salah satu bentuk dari omni-channel adalah smart chat assistant atau yang lebih dikenal dengan Chatbot. “Dengan chatbot, customer dapat mengakses layanan lebih cepat seperti cek saldo, transaksi terakhir, mengupdate data pribadi, melaporkan kehilangan, hingga melakukan komplen”, sebut Ditto Anindita, CEO BotikaTeknologi Indonesia, salah satu partner PT. VADS Indonesia. “Dengan Chatbot, perusahaan dapat menekan biaya operasional, meningkatkan customer engagement dan experience, dan mengembangkan service lainnya menggunakan analytics dari data customer”, sambung Ditto. 

Selain Omni-channel masih banyak solusi dan service yang disediakan oleh PT. VADS Indonesia untuk me-manage customer experience para klien di era digital saat ini. “Hingga kini PT. VADS Indonesia telah memberikan layanan kepada lembaga-lembaga pemerintahan seperti Kementerian Keuangan dan perusahaan finance besar di Indonesia seperti Bank BCA, Bank BTN, OCBC, Manulife, Cigna, dan sebagainya. PT. VADS Indonesia siap membantu klien-klien dari Financial Service Industry, yang sudah mengembangkan layanannya ke digital maupun yang belum, baik dari Bank, perusahaan pembiayaan, asuransi, sampai perusahaan fintech seperti Payment Gateway, Market Aggregator, Risk & Investment Management, P2P Lending & Crowdfunding, dll”, sambung Deddy Hermansyah.

“Untuk kedepannya PT. VADS Indonesia akan terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi, industri, dan pasar yang ada dan berkomitmen memberikan layanan yang maksimal dan terbaik bagi para klien dan customer”, tutup Deddy Hermansyah.

Events

VADS Indonesia Menampilkan Inovasi untuk Industri Migas

Dipos pada 06 Sep 2019

VADS Indonesia kembali berpartisipasi dalam perhelatan Pameran dan Konvensi Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-43, yang berlangsung pada 4-6 September 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta.  Ajang  pameran industri minyak dan gas (migas) ini mengusung tema “Driving Exploration and Optimizing Existing Production for Long Term Energy Security”.

Smart helmet solution pada event IPA 2019 

Dalam event ini, booth VADS Indonesia menghadirkan berbagai solusi yang inovatif untuk membantu perusahaan di industri migas.  Berbagai solusi yang dihadirkan oleh VADS Indonesia diantaranya adalah Smart Helmet, Connected Workforce, Integrated Operation Center (IOC), Artificial Intelligence Drone for Infrastructure Inspection, Pipeline Integrity Monitoring System and Telecom Infra, Omni Channel, dan Contact Center Solution. Pengunjung juga diperkenalkan dengan cara penggunaan dari salah satu solusi pintar yaitu smart helmet yang dapat dimonitor melalui integrated operation center sehingga operator dapat mengetahui situasi dan kondisi di lapangan serta dapat memantau para pekerja yang menggunakan smart helmet tersebut.

Chief Marketing Officer PT VADS Indonesia, Deddy Hermansyah mengungkapkan “Setelah 10 tahun dipercaya menjadi penyedia contact center oleh lebih dari 59 klien dari berbagai industri, VADS Indonesia dalam tiga tahun kebelakang ini mengembangkan bisnis dan service-nya dengan menyediakan solusi IOC dan ICT. Solusi-solusi ini yang kami perkenalkan melalui showcase pada acara IPA ini. VADS Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan teknologi, layanan, dan solusi yang inovatif guna mendukung industri migas di Indonesia. Untuk menjadi bagian dari ekosistem migas nasional dan dunia, VADS juga menjalin partnership demi memaksimalkan inovasi di bidang migas.”

Showcase dan presentasi oleh Deddy Hermansyah, Chief Marketing Officer VADS Indonesia terkait solusi dari VADS Indonesia pada IPA 2019 

Pameran yang dilaksanakan tiga hari tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan seperti mahasiswa, media, para ahli, praktisi, dan masyarakat umum. Antusias pengunjung showcase VADS Indonesia terlihat pada beberapa kegiatan booth, salah satunya pada kegiatan berbagi pengetahuan seputar solusi pintar dan door prize oleh CMO VADS Indonesia, Deddy Hermansyah.

Acara ini diikuti oleh 125 exhibitor dan lebih dari 20.000 pengunjung. Hadir pula para ahli migas tingkat nasional dan internasional yang menjadi pembicara untuk konvensi.

Events

VADS dan BOTIKA Dongkrak Artificial Intelligence (AI) untuk Maksimalkan Pelayanan Perusahaan

Dipos pada 27 Feb 2019

JAKARTA, Indonesia - VADS Indonesia bekerjasama dengan BOTIKA menggelar acara Techno Insight #1 yang digelar di MENARA by KIBAR, Cikini, Jakarta pada 27 Februari 2019. Untuk mengawali acara perdananya yang dihadiri lebih dari 40 perusahaan ternama di Jakarta, VADS Indonesia dan BOTIKA mengambil tema “Leverage Artificial Intelligence to Improve Customer Experience”.

Acara ini memberikan insight kepada pelaku bisnis, untuk meningkatkan pelayanan pelanggan mereka dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI). Berdasarkan fenomena digital yang hadir saat ini, cara konvensional untuk berinteraksi dengan pelanggan seringkali tidak cukup, oleh karena itu teknologi AI mampu muncul ke permukaan sebagai solusi layanan yang tengah digemari masyarakat.

“Selama ini, pelayanan pelanggan lebih mengenal soal Customer Service via telfon atau voice, sekarang zaman sudah berubah. Perilakunya mereka lebih ke media sosial, chatting, dll” ujar Sukkuriya, CEO VADS Indonesia.

Pola perilaku pelanggan yang lebih senang berbicara melalui aplikasi media sosial dan chatting, membuat pelaku bisnis berlomba-lomba untuk mengikuti tren tersebut. AI khususnya teknologi chatbot dengan kesempatan itu, mampu menjadi solusi bagi pelaku bisnis, yang membutuhkan pelayanan bagi pelanggan secara lebih cepat dan efisien.

“Dengan teknologi AI, kami harap pelaku bisnis bisa memanfaatkan fenomena media sosial untuk mendongkrak pelayanan mereka. Dan saya berharap dengan adanya inovasi ini, dapat mengakomodasi perusahaan dalam memberikan pengalaman dan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan” ungkap Deddy Hermansyah, Chief of Marketing VADS Indonesia.

Walau pelayanan berbasis manusia dianggap lebih mampu menyelesaikan masalah pelanggan yang kompleks, AI justru tidak patut dilihat sebagai teknologi yang menggantikan tenaga manusia secara masif. Malah sebaliknya, AI dapat membantu perusahaan secara cerdas dan taktis, untuk lebih memahami kebutuhan pelanggan dalam hitungan detik.

Ditto Anindita, selaku Founder dan CEO dari BOTIKA, turut menambahkan, “Para pelaku bisnis di era 4.0 yang mulai bertransformasi menggunakan AI, kedepannya mampu mendapatkan output yang lebih komprehensif mengenai tren perilaku dari pelanggan. Output tersebut tentunya menjadi kunci utama pelaku bisnis, untuk lebih memahami dan meningkatkan pelayanan yang prima bagi pelanggan mereka.”

Techno Insight #1 ini turut menyoal perkembangan teknologi AI yang memiliki prospek tinggi, untuk hadir ditengah pesatnya kemajuan teknologi di Indonesia. Selain karena pola perilaku dari pelanggan yang berubah dari konvensional menjadi digital, beberapa anak dari teknologi AI seperti chatbot, voice recognition, image recognition, virtual assistant hingga smart speaker, bahkan sudah dikembangkan oleh anak-anak muda di Indonesia.

“Kami harap pelaku bisnis di Indonesia mulai melihat AI khususnya chatbot, sebagai peluang untuk meningkatkan pelayanan mereka kepada pelanggan. Semakin kita mengetahui secara spesifik apa yang dibutuhkan oleh pelanggan, semakin tinggi pula kepuasan pelanggan terhadap perusahaan,” tutup Ditto.

Events

PT VADS Indonesia: Delivering Next Generation Customer Experience

Dipos pada 24 Agu 2018

TRANSFORMASI KE ARAH ERA DIGITAL 

Keberlangsungan bisnis di masa depan sangat bergantung kepada pelayanan terhadap customer di era digital saat ini dandi masa yang akan datang. PT VADS Indonesia memiliki solusi untuk menghadirkan experience yang diinginkan next generation customer.

Keinginan customer terhadap produk atau layanan yang digunakan di antaranya berupa sarana interaksi, dalam hal inicontact center,yang personal. Mereka ingin dilayani dengan gaya dan cara mereka sendiri. Semakin personal akan semakin menarik untuk customer.   

Dengan kebutuhan experience yang lebih personalize, PT. VADS Indonesia menggelar acara sharing session, dengan tajuk: Delivering Next Generation Customer Experience, di The Hook Resto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada tanggal 8 Agustus 2018. Ada tawaran solusi baru yang ditawarkan PT. VADS Indonesia, yaitu omni-channel,sertasocial media analytics dan market leader CRM. 

Dengan omni-channel, customer bisa personalize sendiri experience melalui channel-channel seperti email, web chat, instant messenger, atau social media,”ungkap Presiden Direktur PT VADS Indonesia, Aurelius Anthony, di pembukaan acara sharing session. 

Sebagai perusahaan BPO (Business Process Outsourcing), PT. VADS Indonesia sudah melakukan transformasi secara digital untuk bisnis proses yang mereka miliki. Mulai dari digital recruitment (untuk pencarian talent-talent digital untuk layanan social media, email dan chat), sampai pengembangan aplikasi E-Learning yang akan mempercepat dan mempermudah melakukan transfer knowledge dimanapun dan kapanpun. Chief Marketing Office, Deddy S Hermansyah  

Hal ini perlu dilakukan seiring dengan perkembangan bisnis di digital era. “Dulu mungkin contact centre hanya voice (call centre). Di era digital semua berubah menjadi layanan contact centre dengan arah ke digital solution. Di sinilah peran PT VADS Indonesia, sebagai one stop solution, membantu para klien untuk dapat beradaptasi dan juga mendukung transformasi digital mereka ke depan.Sehingga dapat memberikan new seamless customer experiences,”Deddy S Hermansyah menjelaskan. 

Pada acara sharing session ini PT VADS Indonesia juga turut memperkenalkan dua partner baru yaitu Berkshire Media dan Zendesk yang bersama sama dengan PT VADS Indonesia mengembangkan layanan contact center kearah digital. 

Berkshire Media yang menyediakan solusi dan focus pada social media analytics, dapat memberikan analisa yang akurat mengenai perilaku customer, competitor analysis dan sentiment negative & positive Sedangkan Zendesk adalah penyedia platform khusus customer experience dan engagement. Platform dari Zendesk ini memiliki keunggulan dan fleksibel untuk mendukung  customer experience di berbagai bisnis. 

Shahid Shaaya, Founder & CEO Berkshire Media, menjelaskan dengan penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa, sekitar 80% aktif di social media. Hal ini menjadi penting untuk melakukan socialmedia analytic. Dengan data yang tersedia dan bisa di analisa dan dirumuskan sebagai rekomendasi strategi bisnis. “Bahkan bias digunakan untuk mempelajari loyalitas dan kepuasan konsumen. Ini menjadi penting untuk persepsi positif sebuah brand,” kata Shahid Shaaya. 

Selain Berkshire Media yang mempunyai solusi social media analytics, PT VADS Indonesia mempunyai strategi untuk menjadikan Zendesk sebagai partner bisnis untuk mendukung percepatan transfomasi digital. 

Sebagaimana diungkapkan oleh Christopher Chong, Channel Sales Manager Asia Pacific Zendesk, platform Zendesk sangat intuitif, begitu terpasang dapat langsung digunakan dan sangat customize. “Inilah keunggulan utama Zendesk sebagai customer service dan engagement platform,” Chris menjelaskan. 

Seperti halnya yang diakui oleh Halo BCA sebagai salah satu klien PT. VADS Indonesia. “Kami di Halo BCA, memilih VADS karena SDM-nya lebih high-quality, mengingat pekerjaan BCA semakinadvance. Apalagi kami ingin meningkatkan status dari Call Center menjadi Contact Center dan kini ingin menjadi Profit Center,” kata Nathalya Wani Sabu,Head of Digital Division Halo BCA. 

“Kami memang mengharapkan ke depannya VADS memberikan value add yang lebih ke arahcustomer insight dan mulai ke arah digital. Kami ingin VADS bisa membantu kami juga di luar human resources,” kata Cut Noosy, Country Head of Customer Experience Grab Indonesia. 

“VADS sudah membantu kami bertranformasi dari traditional channel ke digital channel sehingga kami jadi lebih dekat dengan customer,” Ranni Santi, Head of Customer Care Department PT Palyja menambahkan.(adv) 

Events

Membangun Customer Experience dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Publik

Dipos pada 03 Okt 2017

Perkembangan teknologi dan dunia digital yang pesat membawa banyak perubahan ke dalam sektor kehidupan manusia, termasuk dalam jasa layanan contact center.

PT VADS Indonesia, yang berfokus kepada layanan outsourcing contact center, sangat menyadari hal tersebut. Terbukti PT VADS sukses mengembangkan terobosan baru dengan model Omni-Channel. Diharapkan sistem baru yang lebih lengkap ini mampu memuaskan semua stake holder PT VADS Indonesia.

Untuk memperkuat sosialisasi dan produk yang dimiliki oleh PT VADS Indonesia, tanggal 15 Agustus 2017 yang lalu, PT VADS Indonesia mengadakan seminar sehari dengan tajuk: Membangun Customer Experiencedalam Meningkatkan Kualitas Layanan Publik, di Hotel JW Marriot Mega Kuningan Jakarta. Acara ini sendiri dikhususkan mengundang peserta dari pemerintahan dan BUMN.

“Lewat Omni-Channel ini kami bisa melihat profil customer lebih mendalam. Di era digital ini customer bukan hanya voice, tapi juga aktif dalam digital channel,” ujar Deddy Hermansyah, Chief Marketing Officer dari PT VADS Indonesia.

Salah satu sistem baru yang diperkenalkan pada acara tersebut adalah crawling. “Sistem ini bisa menampilkan aktivitas customer di social media dengan detil. Dan diharapkan dengan inovasi ini mampu merespon keluhan dengan lebih cepat, dengan solusi yang tepat,” jelas Deddy Hermansyah.

Banyaknya inovasi baru yang dikembangkan oleh PT VADS Indonesia diakui oleh salah satu klien mereka, BPJS Ketenagakerjaan. Dengan total peserta 49,1 juta jiwa, BPJS Ketenagakerjaan membutuhkan servis yang berbeda untuk menyapa customer mereka. PT VADS Indonesia memberikan servis khusus yang disebut 3C (Collection Contact Center), dengan tiga channel: voice, email dan SMS.

“Tidak mungkin kami layani one by one. Contact center yang baik : mudah diakses, responnya cepat, dan memberi solusi saat itu juga. Berkat PT VADS Indonesia, collection kami meningkat, terutama di sektor usaha mikro,” ujar Zainudin, Kepala Divisi Pengelolaan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan pelayanan yang prima, membuat PT VADS Indonesia dipercaya banyak perusahaan baik swasta maupun pemerintahan. Total ada 50 klien dan 69 projects yang ditangani oleh PT VADS Indonesia.

Pujian datang dari salah satu pembicara yang hadir pada seminar tersebut. Bapak Rela Ginting, Deputi Direktur Pelayanan Konsumen Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memberikan apresiasi yang sangat tinggi pada layanan PT VADS Indonesia. “PT VADS Indonesia memberikan komitmen untuk mengajak perusahaan mengelola contact center dengan lebih baik,” Rela Ginting memberi pujian.

Pengakuan sebagai perusahaan pemberi layanan contact center nomor satu juga datang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. “Ada dua hal yang harus dilihat dari kerja sama Kominfo dengan PT VADS Indonesia. Pertama Kominfo sebagai pemberi izin regulasi, dan yang kedua sebagai klien PT VADS Indonesia, setelah memenangkan tender lelang resmi dari Kominfo,” jelas Iskandar, Kasubdit Penomoran Call Center Telekomunikasi dan Informatika Kominfo.

Untuk ke depannya, PT VADS Indonesia akan selalu terus memberikan layanan terbaiknya untuk para klien dan customer. “Kami siap go international. SDM Indonesia tidak kalah dengan negara lain,” tutup Deddy Hermansyah.  (*)

Events

Contact Center di Industri Keuangan merupakan "Sebuah Kebutuhan Dasar"

Dipos pada 03 Mar 2017

Memiliki Contact Center yang profesional untuk melakukan engagement dengan konsumen telah menjadi bagian penting dalam bisnis. Terlebih saat ini, Contact Center tidak hanya sebagai Call Center untuk menerima layanan telepon dan keluhan dari konsumen. Sekarang di tengah era digital, industri Contact Center sudah berkembang sangat pesat sehingga Contact Center mampu menjadi Revenue Generator atau Profit Center baru bagi perusahaan.

Demikian juga di industri jasa keuangan, kehadiran Contact Center sudah menjadi sebuah kebutuhan. Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan, disebutkan bahwa setiap pelaku jasa keuangan harus menangani dan menyelesaikan pengaduan konsumen. Itu sebabnya, pelaku sektor jasa keuangan harus memiliki unit atau fungsi khusus yang menangani hal tersebut.

Dalam kerangka besar perlindungan konsumen, salah satu prinsipnya adalah harus memperlakukan konsumen secara fair yang  salah satu wujudnya adalah menyelesaikan pengaduan konsumen. “Jadi kehadiran Contact Center adalah kebutuhan bagi jasa keuangan untuk meningkatkan layanan konsumen dan meningkatkan citra perusahaan. Apalagi di industri jasa keuangan,  kepercayaan sangatlah penting,” ujar Rela Ginting, Deputi Direktur Pelayanan Konsumen 2, Direktorat Pelayanan Konsumen OJK.

Terkait hal tersebut, PT VADS Indonesia, yang ahli di dalam industri Business Process Outsourcing (BPO) di negeri ini tidak berhenti untuk melakukan edukasi pasar. Seperti pada 3 Mei 2017, PT VADS Indonesia menggelar acara tahunan, yaitu seminar  bertajuk “Contact Center Managed Service in Financial Services Industry” di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan Jakarta.

Dalam acara tersebut hadir para pembicara yang kompeten. Diantaranya Rela Ginting (Deputi Direktur Direktorat Pelayanan Konsumen, OJK), Wani Sabu (Head of Halo BCA), Legowo Kusumonegoro (Presiden Direktur PT Manulife Asset Management Indonesia/MAMI), dan Rully Hariwinata (Head of Mobile & OTT Wallet, Indosat Ooredoo).  Halo BCA dan MAMI adalah perusahaan yang telah menggunakan jasa PT VADS Indonesia. Sedangkan para peserta yang hadir dalam acara tersebut berasal dari perusahaan-perusahaan ternama di industri keuangan Indonesia seperti BRI, Bank Danamon, Asuransi Bumiputera, Rabobank, Mandiri Tunas Finance, Manulife, ACA, dsb.

Menurut Aulerius Anthony, Presiden Direktur PT VADS Indonesia, perusahaannya yang saat ini memasuki usia ke-9 tahun telah melayani mitra dari berbagai industri seperti telekomunikasi, keuangan, e-commerce, rumah sakit, dan lembaga pemerintah. Layanan yang diberikan anak perusahaan VADS Berhad Malaysia ini pun beragam, yaitu Contact Center Service Solution, Customer Service Learning Center, Human Capital Management, Social Media Service, dan Information and Communication Technology (ICT) Service Solution. “Selain bidang BPO, kami sudah merambah ke layanan ICT,” katanya.

Semua layanan itu dihadirkan untuk mendukung kebutuhan para mitra agar kinerja bisnisnya semakin meningkat. Hal ini sesuai dengan tagline PT VADS Indonesia: If You shine, I shine too. Artinya, jika bisnis mitranya tumbuh maka kinerja PT VADS Indonesia juga akan ikut tumbuh. “Kami sebagai partner berusaha untuk meningkatkan bisnis para klien melalui Contact Center. Hal ini menunjang Customer Experience yang saat ini tengah menjadi topik dan tren di bidang  Contact Center. Dan kami juga sudah mengimplementasikan layanan Omni-channel,” ungkap Deddy Hermansyah, Chief Marketing Officer PT VADS Indonesia.

Memang, sejalan dengan perkembangan era digital saat ini telah terjadi pergeseran dalam industri Contact Center dari Multichannel menjadi Omni-channel. Omni-channel merupakan solusi paling update dari Contact Center karena solusi ini  ada dalam satu platform (satu aplikasi) untuk semua channel komunikasi seperti video call, voice,  email, live chat, dan media sosial (Facebook, Twitter, Instagram). Omni-channel pun merupakan solusi yang dianggap lebih efektif dan efisien sehingga bisa merespon keluhan pelanggan dengan cepat.

PT VADS Indonesia pun siap mendorong perusahan di bidang jasa keuangan untuk mengikuti tren Contact Center saat ini, sejalan dengan upaya untuk mengelola dan meningkatkan kualitas mutu di bidang perbankan, serta sejalan (comply) dengan OJK.  Kemudian dari sisi kerahasiaan data perbankan, maka PT VADS Indonesia dengan  standar layanan yang sudah diaudit OJK,  sudah comply untuk melayani perbankan dengan tiga level keamanan, yaitu physical security, data security, dan network security.

Dari sisi pelayanan, PT VADS Indonesia sudah memenuhi sertifikasi layanan Customer Operation Performance Center (COPC) sebagai sebuah standar internasional untuk layanan BPO.  Bahkan PT VADS Indonesia pun telah meraih “Best for BPO Services – Indonesia” dari APAC Maritime & Shipping Award 2016 untuk level Asia Pasifik.

Selain itu, ada juga layanan ICT untuk meningkatkan teknologi Omni-channel semua layanan non voice bisa terintegrasi sehingga bisa mengenal profil pelanggan lebih jauh, dan menganalisis pelanggan lebih baik. Dengan demikian, semua informasi yang pelanggan minta, bisa direspon dengan cepat. “Jadi untuk Financial Services Industry ini,  kami sudah siap membantu klien-klien, baik yang sudah ada maupun yang akan masuk untuk menyambut era Financial Technology (FinTech) karena semuanya sudah digital dan seamless,” ujar Deddy.

Sementara itu, Wani Sabu mengatakan Halo BCA selalu melakukan inovasi untuk meningkatkan layanannya. “Untuk berinovasi harus bermitra dan untuk Contact Center ini, kami dibantu PT VADS Indonesia,” katanya. Untuk berinovasi  tidak hanya membeli perangkat teknologi informasi (TI) tapi yang lebih penting adalah bagaimana menjalankannya. Seperti layanan konsumen di sosial media yang membantu Halo BCA adalah PT VADS Indonesia, mulai dari SDM hingga proses kerjanya.”Kami yang menyiapkan key performance indicator-nya,” ungkapnya.

Legowo Kusumonegoro, Presdir MAMI menjelaskan setelah perusahaannya menjadi mitra PT VADS Indonesia untuk layanan Contact Center seperti telepon, fax, dan email, banyak manfaat yang dirasakan perusahaan manajer investasi ini. Yang paling terasa, MAMI mampu menjangkau pasar lebih luas melalui contact Center sehingga jumlah investor bertambah dan kinerja bisnisnya semakin meningkat. “Jumlah investor reksa dana MAMI saat ini sebanyak 185 ribu. Dana kelola juga meningkat 15,5% dari Rp 44,6 triliun di 2015 menjadi Rp 51,5 triliun di 2016,” ujarnya. ***

Events

PT VADS Indonesia Sharing Session "Develop & Share Your Customer Experience"

Dipos pada 21 Feb 2017

Perkembangan bisnis di Indonesia tidak bisa dipungkiri dengan adanya peran contact center sebagai garda terdepan pelayanan pelanggan. Contact center dianggap mampu menjadi jembatan dan memberikan solusi terhadap permasalahan pelanggan. Sebagai salah satu penyedia layanan contact center yang cukup berpengalaman, PT VADS Indonesia menyadari pentingnya inovasi untuk bertahan dan bertumbuh di tengah persaingan.

Tidak hanya berhenti dalam hal customer experience, PT VADS Indonesia melakukan beberapa terobosan dan inovasi, yaitu membantu para customer untuk bertransformasi ke era digital. Salah satunya dalam bentuk “Omni-channel,” yaitu supportmelalui multi channel dalam single platform, dimana contact center tidak hanya menggunakan voice tetapi juga channel non voice seperti Facebook, Twitter, email, live chat dan Instagram. Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan perubahan digital dan memberikan jawaban yang cepat terhadap kebutuhan customer.

PT VADS Indonesia menyadari bahwa kebutuhan customer merupakan prioritas. Dengan pengalaman melayani lebih dari 50 perusahaan di berbagai industri antara lain pemerintah, telekomunikasi, perbankan, asuransi, hospital dan e-commerce, PT VADS Indonesia konsisten menerapkan motto-nya yang juga dijadikan strategi “if You shine, I shine too” terhadap setiap customer. Strategiini menjelaskan dimana PT VADS Indonesia benar-benar concern dan bertanggung jawab terhadap bisnis para customer dan secara tidak langsung ikut memajukan bisnis.

Deddy S. Hermansyah, Chief Marketing Officer PT VADS Indonesia dalam sharing session“Develop & Share Your Customer Experience” yang berlangsung di JS Luwansa Hotel Kuningan, 21 Februari 2017, menekankan bahwa PT VADS Indonesia berkomitmen memberikan yang terbaik.  Dalam event kali ini Deddy menyampaikan bagaimana PT VADS Indonesia mampu mengelolaberbagai macam industri yang berbeda. “Kita memiliki pengalaman dari sisi sumber daya manusia dan kita juga memiliki learning center, jadi tidak menjadi masalah untuk menangani industri apapun,” tegas Deddy.

Pertumbuhan customer PT VADS Indonesia bisa dibilang signifikan, pada akhir 2016 jumlah customer meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Tentu saja hal ini merupakan pencapaian membanggakan yang menunjukkan bahwa PT VADS Indonesia mampu menjawab berbagai kebutuhan bisnis. Dengan meningkatnya jumlah customer PT VADS Indonesia, para agent yang biasa disebut Customer Engagement Champion (CEC), disiapkan sesuai dengan kebutuhan customer. Para CEC dibekali dengan berbagai macam kemampuan melalui training agar dapat menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis perusahaan.

Berbagai penghargaan pun turut mewarnai perjalanan PT VADS Indonesia, salah satu penghargaan terbaru yang diraih adalah“Best for BPO Services – Indonesia” dari APAC Maritime & Shipping Awards 2016 untuk level Asia Pasifik. Tentunya hal ini semakin memicu PT VADS Indonesia untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada customer, dan secara tidak langsung akan menarik calon customer lain untuk memakai jasa PT VADS Indonesia.

Salah satu customer PT VADS Indonesia yang belum lama bergabung adalah Grab Indonesa, sebuah start up e-commerceyang bertumbuh pesat. Grab Indonesia seperti disampaikan Cut Noosy, Country Head of Customer Experience, cukup merasakan manfaat bekerjasama dengan PT VADS Indonesia. Apabila sebelumnya permasalahan pelanggan masih ditangani secara internal, setelah bergabung menjadi terbantu untuk mengelola masalah resiko. “Dengan adanya VADS, kita bisa lebih fokus untuk hal-hal yang bersifat strategis untuk mempercepat tujuan perusahaan, jadi apa yang menjadi keahliannya VADS ya dilakukan oleh VADS,” tutur Cut Noosy.

Bisnis call center membutuhkan penanganan dan kemampuan yang memadai, sekali dikelola dengan tidak baik maka akan dengan mudah tumbang. Seperti yang disampaikan oleh Benyamin Sura, Direktur Telekomunikasi Dirjen PPI Kominfo, bahwa banyak penyedia jasa layanan contact center di Indonesia tetapi tidak mampu bertahan menghadapi persaingan.

Pemerintah pun tidak lupa ambil bagian dalam perannya sebagai regulator, agar bisnis call center ini dapat tumbuh dengan sehat dan tidak dimonopoli oleh pihak tertentu, maka melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos & Informasi (PPI), Kementerian Kominfo akan menata ulang bisnis ini agar bisa digunakan dengan lebih efisien dan tepat guna.

PT VADS Indonesia merupakan salah satu penyedia layanan contact center yang comply dan sudah mengikuti regulasi dari pemerintah, sehingga para pengguna jasa tidak perlu khawatir lagi. Dengan segala pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, PT VADS siap menjawab segala tantangan.

Events

Bisnis Contact Center di Era Transformasi Digital

Dipos pada 01 Okt 2016

TRANSFORMASI teknologi di era digital saat ini mendorong hadirnya inovasi baru di industri Contact Center mulai dari Voice Channel kemudian transformasi ke Multichannel dan saat ini mengarah ke Omnichannel. PT VADS Indonesia pun siap memberikan inovasi dalam era transformasi tersebut guna memberikan layanan terbaiknya dalam meningkatkan Customer Experience kepada mitra dan end customer atau pelanggannya semakin baik.

Memasuki usianya yang ke-8 tahun, PT VADS Indonesia terus memberikan edukasi tentang perkembangan bisnis Contact Center paling mutakhir. Seperti di penghujung Agustus lalu di Hotel Ritz Carlton Jakarta, para eksekutif dari berbagai Industri Perbankan berkesempatan mendapatkan update dari PT VADS Indonesia tentang bisnis Contact Center di era transformasi digital saat ini. Para eksekutif itu berasal dari Bank Rakyat Indonesia, Citibank, OCBC, DBS, Rabobank, Bank Muamalat, Bank National Nobu, Asuransi Prudential, AXA, dan yang lainnya. Hadir juga mitra PT VADS Indonesia, yaitu Bank BCA, Bank KEB Hana Indonesia, Cigna Insurance, Manulife, Commonwealth-Life, Asuransi Raya, Central Asia Raya, dan yang lainnya.

Dengan tagline Make Your Business Easier, PT VADS Indonesia terus melakukan dan menciptakan berbagai inovasi baru dalam layanan Contact Center. Salah satunya dengan mengembangkan berbagai solusi digital sejalan dengan perkembangan di era digital ini. Pada era ini terjadi pergeseran dalam industri Contact Center dari Multichannel menjadi Omnichannel. Omnichannel merupakan solusi paling update dari Contact Center karena solusi ini menggunakan satu platform (satu aplikasi) untuk semua channel komunikasi seperti email, voice, video call, social media dan non voice channel lainnya. Sementara multichannel menggunakan banyak berbagai platform (aplikasi). Omnichannel pun merupakan solusi yang dianggap lebih efektif dan efisien sehingga bisa merespon keluhan pelanggan dengan cepat dalam single platform (satu aplikasi).

Menurut Aulerius Anthony, Presiden Direktur PT VADS Indonesia, dengan Omnichannel tersebut semua channel komunikasi dengan pelanggan di media sosial seperti Twitter, Facebook dan lainnya ada dalam satu aplikasi sehingga lebih efektif. Dengan demikian profil pelanggan yang mengajukan keluhan lewat berbagai media sosial tersebut akan dengan mudah diketahui experience journey-nya dan akan lebih gampang juga dicarikan solusinya oleh Customer Service perusahaan. Efeknya, keluhan pelanggan melaui voice (telepon) menjadi berkurang karena keluhan disampaikan melalui gadget pelanggan. “Jadi ada perubahan dari voice menjadi digital sehingga lebih praktis” ujar Anthony sambil menjelaskan kalau hal tersebut adalah transformasi pertama pada bisnis Contact Center di era digital ini.

Dengan solusi Omnichannel ini, keluhan pelanggan bisa direspon dengan cepat karena para Customer Service di Contact Center & Walk in Center dapat berinteraksi dan melakukan proses eskalasi dengan cepat pula kepada Subject Matter Expert (SME) atau pihak tenaga ahli yang terkait di perusahaannya. Si expert pun bisa dengan mudah mengaksesnya melalui Gadget, Smartphone, dan Internet meskipun ia tengah di luar negeri. “Result & Benefit Teknologi Omnichannel ini bisa meningkatkan First Contact Resolution (FCR) dengan tujuan akhirnya meningkatkan Customer Experience yang positif,” ujar Deddy S. Hermansyah, Chief Marketing Officer PT VADS Indonesia.

Lalu transformasi kedua di bisnis Contact Center adalah hadirnya layanan Information and Communications Technology (ICT)sejalan akan memasuki era Cloud di mana pada layanan Cloud ini ada yang menarik yaitu solusi aplikasi B2B dengan pay-per-use bisnis model yaitu Marketplace. “Jadi kami sudah menapaki layanan tersebut pada tahun lini,” ungkap Anthony menjelaskan.

Meskipun terjadi perkembangan pada bisnis Contact Center, namun bagi mitra PT VADS Indonesia yang ingin meningkatkan pada solusi Omnichannel atau ICT tidak perlu lagi mengeluarkan capital expenditure untuk membeli perlengkapan baru. Namun cukup menggunakan perlengkapan yang sudah dimilikinya (existing) dan tinggal di-upgrade. “Kami sudah menyediakan semua layanan tersebut yang didukung oleh SDM PT VADS Indonesia yang ahli di bidangnya dan juga dukungan Grup VADS Malaysia,” kata Anthony.

Sementara itu, Nathalya Wani Sabu, Head of Halo BCA mengaku sangat puas dengan layanan yang diberikan PT VADS Indonesia kepada BCA. Menurutnya, PT VADS Indonesia dikelola oleh orang-orang yang mengerti dan ahli di industri Contact Center. Pengalaman PT VADS Indonesia dalam Inbound dan Outbound (Teleservices) tidak hanya di tingkat lokal namun di tingkat regional / internasional. “Kami sangat suka dengan PT VADS Indonesia kerena menganggap kami bukan hanya mitra tapi Best friend sehingga hubungannya lebih dalam,” ucap Wani sambil tersenyum.

Selain BCA, mitra lainnya yang mengaku puas dengan PT VADS Indonesia adalah Mr. Lee Hwa Soo, CEO Bank KEB Hana Indonesia. Menurut Lee, “Bank KEB Hana sudah lebih dari tiga tahun menjadi mitra PT VADS Indonesia dan merasakan benefitnya lansung dalam memajukan bisnis dan menaikkan rating di industri perbankan.“ PT VADS Indonesia sangat cepat dan tulus dalam merespon kebutuhan kami dan juga memiliki solusi yang bagus sehingga kami dan agen kami merasa puas,” ucap Lee.

Memang, kepuasan pelanggan menjadi target PT VADS Indonesia untuk memajukan bisnis para mitranya. Hal ini sejalan dengan spirit dan motonya: If you shine, I shine too.

 

Apakah Anda siap?

Hubungi kami segera untuk mengetahui bagaimana VADS dapat membantu Anda. Kami menunggu Anda.

Kontak Kami