Berita

  1. VADS
  2. Berita
  3. Resolusi Bisnis 2026: Bukan Sekadar Target

Resolusi Bisnis 2026: Bukan Sekadar Target

05 Januari 2026

Resolusi bisnis 2026 tidak cukup hanya ambisius, tetapi harus realistis dan terukur. Simak 5 resolusi bisnis 2026 yang membantu perusahaan lebih efisien, adaptif, dan siap bersaing di era digital.

Image of Resolusi Bisnis 2026: Bukan Sekadar Target

Resolusi Bisnis 2026

Resolusi tahun baru sering kali dianggap sekadar formalitas. Padahal, banyak resolusi gagal karena target yang terlalu tinggi tanpa perencanaan matang. Hal ini tidak hanya terjadi pada individu, tetapi juga pada perusahaan. Banyak perusahaan menetapkan tujuan besar di awal tahun, namun berhenti di tengah jalan karena strategi yang tidak realistis atau eksekusi yang kurang konsisten.

Padahal, resolusi bisnis yang dirancang dengan tepat dapat memberikan dampak signifikan bagi perusahaan, mulai dari peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, hingga kesejahteraan karyawan. Menjelang 2026, resolusi bisnis tidak lagi cukup berupa daftar keinginan, tetapi harus menjadi strategi terukur yang mampu menjawab tantangan bisnis yang semakin kompleks.

Apa Saja Resolusi Bisnis 2026 yang Perlu Disiapkan Perusahaan?

Memasuki tahun 2026, perusahaan perlu menyusun resolusi bisnis yang tidak hanya ambisius, tetapi juga realistis dan relevan dengan tantangan saat ini. Resolusi ini harus mampu menjawab kebutuhan efisiensi, adaptasi teknologi, serta pengelolaan sumber daya agar bisnis tetap kompetitif dan berkelanjutan. Berikut ini adalah beberapa resolusi bisnis 2026 yang perlu perusahaan siapkan:

1.Mengendalikan operasional perusahaan secara menyeluruh

Banyak perusahaan masih mengelola bisnis menggunakan sistem yang terpisah-pisah, seperti aplikasi berbeda untuk keuangan, inventori, penjualan, dan layanan pelanggan. Kondisi ini sering menyebabkan data tidak sinkron dan pengambilan keputusan menjadi lambat.

Resolusi bisnis 2026 seharusnya berfokus pada integrasi sistem agar seluruh aktivitas bisnis dapat dipantau secara menyeluruh. Dengan sistem yang terhubung, perusahaan dapat menghemat waktu, mengurangi pekerjaan administratif, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

2. Membuat karyawan merasa didengar

Karyawan merupakan aset penting perusahaan. Namun, tidak sedikit perusahaan yang jarang meminta atau menindaklanjuti masukan dari karyawannya. Padahal, umpan balik (feedback) dapat membantu manajemen memahami tantangan di lapangan dan menemukan solusi lebih cepat.

Sebagai bagian dari resolusi bisnis 2026, perusahaan perlu membangun budaya komunikasi terbuka melalui survei rutin, diskusi internal, atau forum evaluasi. Langkah ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan karyawan, tetapi juga membantu menekan risiko tingginya turnover atau keluar masuknya karyawan. 

3. Meningkatkan visibilitas digital dan pemasaran online

Di era digital, visibilitas bisnis di dunia digital (seperti Website, media sosial, konten digital, hingga iklan online) menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan. Namun, mengelola aktivitas promosi dan komunikasi digital membutuhkan keahlian serta konsistensi. Karena itu, resolusi bisnis 2026 sebaiknya mencakup peningkatan kemampuan digital atau bekerja sama dengan tenaga profesional agar strategi promosi melalui media online dapat berjalan lebih efektif.

4. Memanfaatkan teknologi untuk efisiensi dan produktivitas

Teknologi bisnis mampu membantu perusahaan mengotomatisasi berbagai proses penting, mulai dari keuangan, pengelolaan pelanggan, perencanaan produksi, hingga sumber daya manusia. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang belum memaksimalkan teknologi yang tersedia.

Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, membuka peluang inovasi, dan memperkuat daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

5. Menggunakan BPO sebagai strategi resolusi bisnis 2026

Business Process Outsourcing (BPO) menjadi solusi strategis bagi perusahaan yang ingin lebih fokus pada inti bisnis (core business). Melalui BPO, perusahaan dapat mengalihdayakan fungsi tertentu seperti customer service, back office, atau operasional pendukung lainnya. Selain membantu mengatasi keterbatasan sumber daya manusia, penggunaan BPO juga efektif dalam menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Resolusi bisnis 2026 bukan sekadar menetapkan target baru, melainkan membangun fondasi bisnis yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Perusahaan yang mampu mengintegrasikan teknologi, memberdayakan karyawan, serta memanfaatkan mitra strategis akan lebih siap menghadapi tantangan bisnis di masa depan.

PT VADS Indonesia hadir untuk membantu perusahaan mewujudkan resolusi bisnis 2026 melalui layanan BPO dan managed services yang andal. Saatnya berkolaborasi dengan VADS Indonesia untuk menciptakan operasional bisnis yang lebih efisien, fokus, dan siap tumbuh berkelanjutan.



Bersama melangkah lebih maju untuk masa depan bisnis Anda.

Hubungi kami segera untuk mengetahui bagaimana VADS dapat membantu meningkatkan bisnis Anda.

Saya Tertarik